Kamis, 13 Januari 2022

Pertemuan Singkat yang Penuh Makna Bersama Prof Renny

Oleh. Margaretha Hanita


Saya mengenai Prof Lydia F. Hawadi pertama kali ketika saya menjadi anggota panitia seleksi (pansel) Calon Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia 2021-2025. Kami biasa memanggil beliau dengan sebutan Prof Renny dan beliau menjadi ketua pansel ketika itu. Kesan pertama saya terhadap beliau adalah tegas, disiplin dan tidak mengenal kompromi. Saya beruntung karena sudah biasa bekerja dengan lingkungan seperti ini sehingga tidak terlalu kesulitan untuk menyesuaikan diri. Dalam perkenalan dan kebersamaan kami yang begitu singkat tidak sampai tiga bulan dan hanya bekerja bersama secara daring ternyata banyak kejutan dan pelajaran yang saya petik dari beliau. Akhirnya kesan saya bertambah, ternyata beliau orang yang sangat humanis. Jarang-jarang saya bertemu seseorang yang begitu tegas dan disiplin ternyata juga humanis.

Tanpa saya sadari, kebersamaan singkat saya bersama beliau membuat saya belajar banyak tentang makna kehidupan. Mengapa demikian? Pertama, saya belajar tentang perjalanan hidup manusia. Karena harus menilai para calon direktur, Prof Renny mengenalkan kepada kami berbagai komponen penilaian yang begitu detail agar para calon bisa seobyektif mungkin mendapatkan penilaian atas pengalaman kerja dan karyanya selama ini. Hal ini membuat kami belajar menghargai karya dan berbagai sisi kehidupan seseorang agar layak menjadi pemimpin yang baik. Begitu detailnya sampai sekecil apapun komponen dalam karya para calon bisa diperhitungkan agar kami bisa menilai secara lebih obyektif. Hal ini membuat saya pribadi untuk lebih menghargai hal-hal kecil tentang karya seseorang dalam kehidupannya.

Kedua, Prof Renny membuat saya semakin percaya bahwa semua manusia itu unik dan kita harus menerima perbedaan, terutama kepribadian mereka apa adanya. Keragaman para calon direktur yang harus kami seleksi membuat Prof Renny mengajak kami untuk memahami sekecil apapun keunikan mereka semua dan menjadikannya sebagai sebuah keunggulan yang harus dihargai. Ini menambah kesan mendalam saya kepada Prof Renny sebagai seseorang yang sangat low profile. Hal ini juga akhirnya membuat saya tertarik pada bidang psikologi. Prof Renny mengenalkan kami pada metode analisa sidik jari untuk para calon peserta untuk mengenal kepribadian mereka lebih mendalam. Hal yang menyenangkan, kami semua anggota pansel juga diberikan fasilitas analisa ini, hasilnya membuat saya makin memahami keunikan saya sendiri, dengan segala kelemahan yang saya miliki. Akhirnya sayapun tertarik mengajak anak-anak saya untuk dianalisa sidik jarinya. Hasilnya luar biasa, membuat saya lebih memahami kepribadian unik anak-anak saya dan memberikan pelajaran berharga bagi saya ketika harus mengarahkan anak-anak saya memilih minat bakatnya. 

Ketiga, bagi saya, ini yang paling penting. Prof Renny mengajarkan saya untuk lebih ikhlas dalam hidup. Sepertinya ini sepele, tetapi bagi saya makna ikhlas yang diajarkan Prof Renny sangat berpengaruh bagi saya. Mulai dari memahami perjalanan hidup seseorang dengan penuh penghargaan, memahami keunikan setiap orang dan ikhlas ketika tidak semua orang bisa memahami atau melakukan sesuatu seperti apa yang kita harapkan. Tanpa saya sadari selama proses seleksi saya juga banyak diskusi dengan beliau dan bertukar pikiran tentang berbagai hal yang menjadi harapan kami terkait dunia akademis yang menjadi idealisme kami selama ini. Tidak semua berjalan sesuai dengan harapan. Apalagi saya masih berjuang keras terkait status dosen saya. Beliau sungguh memberi saya pelajaran tentang keikhlasan yang harus diutamakan dalam mengabdi sebagai seorang pendidik dan akademisi. Pantang menyerah, kerja keras dengan target, namun tetap ikhlas. Beliau kembali meyakinkan saya bahwa kerja keras suatu saat akan membuahkan hasil. Keikhlasan paling utama yang harus kami terima ketika itu adalah ketika hasil pansel yang kami berikan akhirnya tidak seperti yang saya harapkan. Prof Renny tetap mengajak kami untuk mendukung keputusan Rektor dan mendoakan agar SKSG tetap sukses dan semakin maju. Luar biasa memang pelajaran yang saya petik dari kebersamaan singkat saya bersama Prof Renny. Selamat Ulang Tahun Prof, semoga Gusti Allah menyertai sukses selalu dengan kesehatan, kebahagiaan dan umur panjang. Amin.

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia