Kamis, 13 Januari 2022

Dr. Reni Akbar Hawadi yang Saya Kenal

(Sepenggal Catatan : Kiprah Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan - DPP Korpri Pusat)

Oleh: Ir. Hj. Sri Sesanty Amiyatsih, MS. | Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional DIY (2006-2010), Penasehat ahli Kepala BPN (2010-2012)


Kartini Milenial

Mengenal sosoknya yg energik, dan berwawasan luas, tak berlebihan kiranya jika dalam dirinya mengalir Semangat Kartini masa kini.

Perjumpaan dan pertemanan kami ( medio 2002), sebenarnya belum terlalu lama dibanding dengan rekan2 sejawat di Kantor,  atau sesama Alumni Universitas.  Namun dalam tenggat waktu yg relatif singkat itu, intensitas interaksi dan kerja sama kami relatif tinggi, sehingga terjalin kedekatan yang erat. 

Bermula dari undangan  Sarasehan yang diselenggarakan di Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Topik : Pengaruh Amerika Serikat di Asia Tenggara;, yg merupakan salah satu program Departemen Pemberdayaan Perempuan DPP Korpri Pusat yang ia pimpin. Kami hadir berombongan.  . . .

Selaku narasumber saat itu, salah satu Pejabat dari Deparlu ( atau Ka Biro Hubungan Luar Negeri - Sekneg . . .   lupa).

Yang menarik adalah narasi pengantar yang disampaikannya selaku Shohibul hajat. . .  Mengapa Amerika ?Karena Amerika, siapapun Presidennya, adalah negara "Gila" menurut ukuran kita. ( masih segar dlm ingatan kita, bgmn perlakuan AS di Irak?) . Hal ini perlu diketahui, sbg antisipasi agar kita tdk terlalu terpuruk atau setidaknya terkejut jika AS berulah lagi,  kita perlu memetakan,  minimal tahu proxy "kegilaan" nya seperti  apa.

Acara2 Seminar/ Sarasehan diatas, merupakan realisasi Program Kerja Dept. PP-DPP KORPRI , yang diselenggarakan secara periodik, dengan  beragam  Substansi ( Trending Topik kurun waktu itu). Tujuan utama nya utk memperluas wawasan para Anggota Korpri. . . . Penyelenggara dan tempatnya disepakati secara bergiliran di Unit2 Korpri Departemen/ Badan ( kini Kementerian), sesuai kesiapan masing2 Unit.

Seusai acara formal, beliau meminta beberapa dari kami utk tinggal, guna mendiskusikan program2 berikutnya. Partner yang juga diminta utk "nyengkuyung" Program2 Kerja Dept. Perempuan Korpri ini, antara lain juga Ibu Ngadisah (Rektor Institut Ilmu Pemerintahan /IIP, waktu itu), dan ibu Sri Maryati dari Sekretariat Negara.

Sejak saat itulah hampir seminggu sekali kami berdiskusi, entah diruang kerja Dept. Perempuan Korpri, atau di Kantor kami di Pusdiklat BPN, atau di Rektorat IIP,  mana2 yang longgar. Undangan by phone, tak terlalu formal, dengan tekad 3S . . . Serius, Santai, Sukses.

Buah koordinasi & diskusi2 santai tadi, sekitar satu semester kemudian kami sepakat menyelenggarakan Program Utama/ Unggulan Temu Silaturahmi  Perempuan  KORPRI Seluruh  Indonesia 

Jangan ditanya  biayanya dari mana? Budget yg tersedia dari DPP sangatlah  kecil, tapi dengan  modal niat Bismillahi Tawakaltu Alallah dan Semangat Api Nan Tak Kunjung Padam , Program  ini Sukses terealisir dengan kontribusi  dari para peserta. 

Dalam waktu singkat dibentuklah, Steering Committee  dan Organizing  Committee,  yg beranggotakan Perempuan Korpri dari beberapa  Unit Korpri Departemen. 

Undangan dikirim ke Kabupaten  dan Kota di seluruh Provinsi satu bulan sebelum Hari H. . .  Al-hamdu Lillah respons dari Para Gubernur;  Bupati dan Walikota selaku Pembina Korpri  Daerah cukup bagus.

Pertemuan  diselenggarakan selama tiga hari di Hotel Indonesia, di Pusat Ibukota, dengan acara Penutupan kunjungan ke Istana  Bogor dan Istana Cipanas.  .  . .Wow keren, pastinya  akan jadi kenangan tak terlupakan  bagi sahabat2 dari  Daerah. 

Maksud hati ingin memohon Presiden RI waktu itu, Ibu Megawati  Sukarno Putri , utk memberikan  Keynote  Speech, namun biaya Paspampres & Protokoler Kepresidenan  tak terjangkau oleh Korpri Perempuan.( Meski jaraknya dekat, dari Istana Negara Jl. Medan Merdeka ke HI. ). . . . . He he he bukan mahal, tapi  memang protapnya begitu. 

Bersyukur akhirnya Ibu Menteri Negara Urusan Pemberdayaan Wanita  ( Ibu  Sri Redjeki Sumaryoto) serta Bapak Menteri Pendayagunaan  Aparatur Negara/ MENPAN, ( Bpk. Faisal Tamim),  berhasil  dihadirkan.  . . . Salut bu Reni yg berhasil mengkoordinasikan Unit2 Korpri Dept dlm waktu relatif  singkat.


Ga' Jaim

Tugas tugas Pengurus Korpri adalah Tugas yg Sepi ing pamrih, rame ing gawe , perlu keikhlasan tingkat dewa, baik curahan tenaga. waktu dan pikiran utk keberhasilan nya. Full Pengabdian,  sesuai adagium  dibawah Lambang Korpri  ABDI NEGARA . . . Jadi tak jarang perlu merogoh kocek sendiri agar kegiatan bisa berjalan lancar. . . 

Suatu hari, selesai diskusi persis jam istirahat makan siang. . . Kebetulan juga Bu Reni baru terima honornya sebagai Guru Besar di Universitas Indonesia. Al-hasil kami semua ditraktir makan Sate ayam yg konon terkenal Mak nyus,  di Taman Surapati ??? ( Maaf lupa nama lokasinya). Berdesakan antre di bangku2 trotoar pinggir jalan, ternyata ga' masalah bagi sosok yg satu ini. .  Ga' takut nih  klo kepergok mahasiswa nya ato sesama dosen? 

Kami menikmati nya dengan santai ditengah2 kepulan asap pembakaran sate yg cukup tebal . . . Yummy yummy yummy. . .      Jarang kan ada  pemikir yg ga' Jaim ? Karena pada umumnya  para civitas akademika itu hati2 jaga image.

Hingga  suatu ketika  beliau menginformasikan sdh berhasil menjalin  kerja sama dg partner yg lain, karena kami berdua slow respon utk sharing pemanfaatan  Ruangan  yg pernah  ditawarkan. 

Tentu  Ini karena perbedaan  pola pikir,  disatu  sisi beliau yg berjiwa enterpreneur  terbiasa berpikir  multi  dimensi,  sementara  kitanya kaum birokrat sejati,   berpikir linear saja

Profesional  dan Entrepreneur  sejati

Ditengah kesibukannya  sebagai  Dosen  dan Ketua Dept Perempuan,  DPP Korpri Pusat, bu Reni masih bersedia menerima  client  yang  memerlukan conselling. Tentu ini perwujudan  tanggung jawab Profesi  yg diemban nya sbg seorang  Psycholog, sekaligus  pengamalan  ilmu yg ditekuni  selama masa kuliah.  

Menyimak penuturannya disaat jeda diskusi, dpt disimpulkan bhw jejaring kerjanya  cukup  luas.

Pernah  suatu  saat beliau  cerita, mendapat kepercayaan utk memanfaatkan satu  ruang usaha. Kami berdua  ibu Ngadisah sempat diajak meninjau  lokasinya dan diberi  kesempatan  utk sharing  pemanfaatan nya. 

Seiring perjalanan waktu  ternyata ada mutasi jabatan  dilingkungan  kerja BPN dan saya termasuk  salah satunya. Karena  perlu fokus mempelajari portofolio  baru , dari Pusdiklat ke Biro Umum, akhirnya ajakan  bu Reni terlupakan.

Kerja bareng terjeda, Komunikasi jalan terus


Bertepatan dengan Liburan Natal 2005, terjadi Gempa berkekuatan 9,5 SR disertai Tsunami yg meluluh-lantak kan hampir semua sendi kehidupan , di Provinsi Nangroe Aceh  Darussalam. 

Peristiwa ini juga mengakibatkan kerja bareng Bu Reni terjeda, karena saya harus bolak-balik Jakarta - Banda Aceh dalam rangka Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur Pertanahan Pasca Bencana Tsunami, yg cukup menguras pikiran & tenaga .


Religius

Sambung silaturahmi periode kedua ini (2021), terasa benar perbedaan nya dg  pertemuan pertama (2002) yl. . . . 

Silaturahmi virtual kali ini lebih pada pertemanan dua orang nenek (tapi bukan nenek-nenek yeea ), yang lebih bernuansa agamis. . .  . Hampir setiap ba'da subuh Bu Reni mengirim berbagai artikel berintikan : Penghambaan kepada Sang Khalik, . . . Kiat Sukses meniti Siratal Mustaqim,  Bekal meraih RidhaNYA di Jannatul Firdaus, dll, yang bersumber dari Firman NYA. . . . Ruuaar biasa. 

Kini tiada hari yg terlewati, tanpa Saling menyapa, saling mendoakan, saling peduli, saling perhatian . . .  itulah arti persahabatan πŸ™πŸ½πŸ™πŸ½πŸ™πŸ½


Note :

Catatan singkat ini, didedikasikan untuk menyongsong Milad ke 65 Bu Reni. 

Dalam kurun yg sebentar itu, tentu masih banyak kiprah beliau yg tercecer, belum terungkap kan. . Biarlah Sahabat lain yg menggenapi,  . . .


Yaumil Milad Bu Reni

Barakallah fii Umrika

Barakallah fii afiyat

Barakallah fii 'ilmi

Barakallah fii Rizki

Wa Barakallahu fii dun-ya wal akherat

Aamiin Yaa Mujibassailin 🀲🏼🀲🏼🀲🏼

Qodarullah, . .  belum tuntas pekerjaan di Aceh, ditujuh bulan kemudian, terjadi pula Gempa Tektonik di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, ( ko' ya sesama Daerah Istimewa : Aceh & DIY) yg meskipun tak disertai Tsunami, tak ayal juga memporak porandakan infrastruktur cukup parah. 

Saat itulah saya dipindah tugaskan dari Kantor Pusat di Jakarta, ke Jogyakarta dengan misi yang sama, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur Pertanahan Pasca Bencana . 

Atas penugasan ini , Prof. Sakamoto seorang Partner kerja Penanganan Bencana dari Jepang sampe memberikan julukan kepada saya sebagai "Disaster Specialist"  . . eh ga' enak banget. . . 😊😊🀭


Meskipun kerja bareng Bu Reni akhirnya benar-benar terputus, namun komunikasi jarak jauh tetap terhubung. .  

Ketika beliau ada urusan di Jogya, pun menyempatkan diri singgah ke rumah Dinas, ngobrol santai sekedar tombo kangen

Begitu pula sewaktu Bu Reni diminta menjadi Narasumber acara yg diselenggarakan di Semarang, oleh Perusahaan Kosmetik yang sedang naik daun (waktu itu . . . sekarang sdh mendominasi pasaran kosmetik Nasional), saya sempat kan hadir memenuhi undangan nya. . . . Dasar beliau suka kuliner khas daerah,  selaku tamu di Semarang, Bu Reni  malah nraktir tuan rumah makan Soto Bangkong

[07.30, 2/1/2022] Reni Prof: Jumpa lagi setelah 11 tahun lost  kontak


Mentari tak pernah  ingkar janji, senantiasa  tepat waktu bangkit dari peraduannya mengantar insan2 kamil menjemput rezeki Illahi  . . . . Tanpa terasa masa pengabdian kami kpd Negara  telah dicukupkan , tibalah masa Purna Tugas, disertai  Estafet Kepemimpinan , th 2010 .

Sejak itu , komunikasi dengan  bu Reni benar2 terputus.  . . Bagi beliau, mungkin  sayalah yg hilang  bagai ditelan  bumi. . . . Sebenarnya menjelang penyerahan  tongkat estafet di Jogya, sdh ada tugas baru sebagai Penasehat Ahli, di Kantor Pusat, Jakarta 2011 - 2012 . .  . . Namun kurun  waktu itu, meski sama-sama di Jakarta tak sempat jua berkabar. . . Pastinya  kesibukan beliau juga bertambah , . .  Belakangan  baru dengar beliau dipercaya memegang  Amanah sebagai  Direktur  Jendral  Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ( 2012-2014 ) . . . . 

Al-hamdu Lillah ,  seneng banget dengar nya. Semoga kiprahnya  menjadi  amal sholih yg barakah. . .  Aamiin 🀲🏼

[07.30, 2/1/2022] Reni Prof: Pertemuan  kembali secara virtual  dengan  bu Reni sangatlah  surprise,  terjadi dg cara yg sungguh tidak  disangka2. . . . Entah kenapa suatu  hari tiba2 ingat bu Reni, dan ingin  mencari nomor  kontaknya.  Selama dua hari belum  berhasil, karena tersimpan di memory  HP jadul yang  batterynya sdh  disfungsi. . .  Telah 3 counter  HP didatangi oleh anakku utk mencari  battery pengganti, namun  tak satupun  punya  stock nya.

Tidak  disangka, esok harinya ba'da sholat  subuh, ada notice SMS masuk,  .  . Inti nya sebagai warning, agar tidak menanggapi jika ada permintaan dari seseorang dg memakai nama dan nomor yang tertera,   karena nomor termaksud diretas oknum yg tdk bertanggung jawab. . . . . Dan tertera  nama pengirim nya RENI AKBAR HAWADI. .  . . Wow  amazing . .   Ternyata  kontak  bathin itu nyata  adanya. Pastinya  campur Tangan  Allah , "The Invisible  Hand" yang memungkinkan  semua  ini terjadi.  . . Masyaa Allah, Tabarakallah.


Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia