Kamis, 20 September 2018

Taman Bermain Lilbee, PAUD Bernuansa Alam

Sekolah alam bukan hal baru sebenarnya, meski di Indonesia baru mulai mendapat tempat dalam kurun satu dasawarsa ini. Dalam konsep ini, sekolah menjadikan fungsi alam sebagai ruang belajar, alam sebagai media dan bahan belajar, serta alam sebagai objek pembelajaran. Sekolah alam bisa diterapkan baik dari tingkat PAUD, TK, Sekolah Dasar bahkan sekolah menengah. Untuk PAUD bernuansa alam ini salah satunya diterapkan Taman Bermain dan Kampung Dongeng Lilbee yang berdiri di lahan 1000 meter persegi tepatnya di Jl. Benda No. 50 Jatiluhur, Jatiasih, Kota Bekasi.

"Alam memberikan banyak kelebihan dan manfaat. Taman Bermain Lilbee ingin memberikan proses bermain sambil belajar  yang terintegrasi dengan alam. Dengan lingkungan alam yang asri, nyaman, dan sejuk serta jauh dari riuh keramaian diharapkan akan  tercipta suatu proses pembelajaran yang  baik," ungkap Hj. Reny Nurlela, pendiri Taman Bermain Lilbee, tentang alasan mendirikan sekolah alam untuk penyelenggaraan PAUD.

Dengan menyatu bersama alam, belajar dapat dilakukan kapan saja, di mana saja dan dengan siapa saja. Sebagaimana visi Taman Bermain Lilbee, Hj. Reny Nurlela berharap dapat membentuk generasi bangsa yang berkarakter dan berbudi pekerti, serta mengembangkan kecerdasan majemuk anak (multiple Intelegences) dan memperoleh keterampilan hidup (Like Skills) secara Holistic, terpadu dan berkesinambungan, melalui proses pendidikan bernuansa Alami (Natural) dan ramah otak.

Kurikulum alam yang diberikan di TB Lilbee antara lain gardening, farming, outing, eksplorasi alam dan sains sederhana.

Meski baru didirikan tahun 2009, TB Lilbee telah menorehkan berbagai prestasi baik oleh siswa maupun guru hingga tingkat propinsi Jawa Barat dan Jabodetabek.

Disamping kurikulum alam, TB Lilbee juga bekerjasama dengan Kampung Dongeng Kak Awam Prakoso yang secara rutin mengisi setiap bulan di minggu ke-4. Peserta di Kampung Dongeng ini tak hanya siswa-siswi PAUD TB Lilbee, tapi juga dari berbagai PAUD dan TK lainnya.

"Mendidik dan mendongeng itu mengasyikan, banyak sekali manfaatnya. Salah satunya kita bisa menanamkan pelajaran budi pekerti,” ujar Kak Awam yang juga pendongeng senior itu.

Dalam sebuah kesempatan, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi juga pernah mengungkapkan karena begitu pentingnya perkembangan anak usia dini ini maka pemerintah Indonesia menjadikan PAUD salah satu topik utama dalam pembangunan.

Apakah anda orangtua dengan anak usia dini? Pilih model pendidikan yang tepat. Salah satunya memasukkan ke PAUD bernuansa alam seperti Taman Bermain Lilbee. (Yunita)

Tempat Kursus dan Pelatihan Berprestasi di Jogja

Batam, 5 Oktober 2013 Lembaga Pendidikan Alfabank Yogyakarta menerima penghargaan Juara III Apresiasi Lembaga Kursus dan Pelatihan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013 untuk kategori Nonvokasi  Nasional/Internasional bidang Komputer. Setelah melalui beberapa seleksi diantaranya seleksi tingkat provinsi dimana Alfabank mendapat juara I untuk kategori NonVokasi Standart Nasional/Internasional. 

Penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Repuplik Indonesia ini diserahkan oleh Ditjen PAUDNI Prof.Dr.Lydia Freyani Hawadi. Psikolog dalam acara pembukaan Lomba Lembaga Kursus dan Pelatihan tingkat Nasional di Mega Mall Batam Kepulauan Riau. Semoga dengan penghargaan ini sebagai wujud prestasi Alfabank Yogyakarta untuk bisa menjaga mutu dan terus menerus meningkatkan kualitas baik pelayanan maupun output SDM yang berkualitas. Sehingga apa yang menjadi Visi lembaga. 

“Menjadikan Lembaga sebagai pencetak SDM yang siap kerja terampil dan profesional “ bisa terwujud. Prestasi ini tentunya tidak lepas dari peran berbagai pihak baik jajaran manajemen, team instruktur atau pendidik serta kepercayaan masyarakat khususnya di wilayah DIY dan sekitarnya atas pilihan mereka untuk memilih Alfabank sebagai tempat kursus menanmbah keterampilan guna menembus dunia kerja. Untuk itu Alfabank mengucapkan terimakasih atas peran dan kepercayaan selama ini. Semoga kedepan Alfabank Yogyakarta semakin solid dan sukses dalam bidang pendidikan Non Formal.  ( admin )

'Kendala Geografis Bikin Penuntasan PAUD Susah di Wilayah Terpencil'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI) Lydia Freyani Hawadi mengatakan, masih terdapat provinsi-provinsi yang tingkat ketuntasannya  program Satu Desa Satu PAUD masih di bawah 50 persen yaitu Maluku Utara, Kalimantan Barat, Maluku, Aceh, Papua, dan Papua Barat.

“Kendala geografis menjadi salah satu kendala penuntasan program PAUD di provinsi-provinsi tersebut. Jaraknya juga jauh,” ujar Lydia di Jakarta, Senin, (23/3).

Untuk memacu program Satu Desa Satu PAUD di provinsi yang tingkat ketuntasannya masih minim, kata Lydia, pihaknya  memiliki sejumlah strategi. Antara lain, merangkul sejumlah organisasi mitra yang memiliki daya jangkau hingga ke daerah terpencil.

“Pada tahun 2013, kami bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat, dan TNI Angkatan laut untuk membantu membangun PAUD di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Ini gebrakan bagus,”ujar Lydia.

Dua Gubernur Terima Anugerah Keaksaraan

Gubernur Jawa Timur 
Jakarta  -ES -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan keaksaraan kepada pihak-pihak yang dinilai berkomitmen dan berprestasi dalam program penuntasan tuna aksara di Indonesia. Dari total 42 penghargaan yang diberikan dalam peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2012, enam diantaranya diberikan kepada pemerintah daerah.
"Pemerinciannya dua gubernur, tiga bupati, dan satu walikota," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal, Lydia Freyani Hawadi, pada jumpa pers di Gedung C Kemdikbud, Jakarta, (13/9). Dua gubernur yang mendapat anugerah keaksaraan adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Gubernur Kalimantan Tengah Agustin  Teras Narang.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh akan memberikan penghargaan tersebut dalam puncak peringatan HAI ke-47di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Minggu (16/9). Gubernur Soekarwo, memperoleh Anugerah Aksara Utama atas komitmen Pemerintah Provinsi dalam mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tertinggi untuk program peningkatan keaksaraan.
Sedangkan Gubernur Teras Narang menerima pengharagaan Aksara Madya karena dinilai telah berhasil melakukan capaian maksimal dan perhatiannya terhadap program keaksaraan masyarakat marjinal. "Tiap tahun kami memang memberikan penghargaan ini terhadap gubernur dan bupati atau walikota yang dinilai mempunyai komitmen kuat untuk program-program keaksaraan," ujar Lydia.
Ia juga menjelaskan, program keaksaraan yang dijalankan dibeberapa daerah terbukti telah mendapatkan pengakuan internasional tahun ini, yaitu, Penghargaan Aksara King Sejong dari UNESCO. Penyerahan penghargaan tersebut telahberlangsung dimParis, pada 6 September lalu. Dalam penyerahan tersebut, pemerintah Indonesia khususnya Kemdikbud, diwakili Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Ella Yulaelawati.
Pada puncak HAI di Palangkaraya nanti, secara simbolis perwakilan UNESCOJakarta untuk Indonesia juga akan menyerahkan kembali penghargaan tersebut kepada Mendikbud. "Dalam konteks penuntasan tuna aksara, makna terdalam dari peringatan HAI adalah, seberapa jauh kita sebagai bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat pada umumnya, bertekat dan berikhtiar secara berkelanjutan untuk menuntaskan saudara-saudara kita yang masih tuna aksara," tutur Lydia. (DM) www.pelitakarawang.com

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia