Sabtu, 27 Maret 2021

Prof Reni, Seorang Dosen Motivator

 Oleh: Delly Malik Muharyoso

Pertama kali saya mengenal Prof Reni saat kuliah di Universitas Al Azhar Pusat, di Fakultas Agama Islam. Salah satu materi  adalah Psikologi Kepribadian.


Sebelum beliau mengajar.. gosip sudah berdengung di telinga saya, pintar, dan galak. Duuhhh.. deg-deggan... pada dasarnya saya sangat tidak percaya diri... makin gugup bertemu dosen terkenal.

 

Tradaaaa... I love her...

Pinter, tegas dan motivator...

Cara mengajar beliau memancing kemampuan individu .. mengajar dua arah.. beliau selalu memancing murid dengan pertanyaan2 yg kita hadapi sehari2 tapi berhubungan dengan teori psikologi.. ujian "open book".. membahas karakter.

 

Tokoh-tokoh baik di film, buku ataupun di lingkungan kita,  menurut saya cara mengajar ini yang benar, siswa dirangsang untuk terus berpikir dan  aktif .. tidak hanya mendengarkan. Umumnya pada masa itu para pendidik saat mengajar satu arah.. terkesan siswa kaya di "dongengin" membuat siswa ngantuk & melamun.


Sayang sekali beliau sangat sibuk, saya hanya bisa menikmati dididik 1 semester, saya sempt protes ke kampus, ternyata jadwal mengajar beliau di UI sangat padat.


Jujur saya kehilangan dosen terbaik.

 

Beberapa tahun kemudian, saya menghadapi masalah di Yayasan saya. Saat saya bingung, saya ingat beliau. Saya mencoba menghubungi beliau... Alhamdulillah saya diterima beliau di kantor Kwarnas, jabatan

beliau saat itu sebagai wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa.


Sungguh saya tidak menyangka sama sekali kalau beliau mau menerima saya, sangat ramah. Beliau mendengarkan dengan baik masalah yayasan saya  dan beliau mencarikan solusi  total membantu saya tanpa pamrih. Berkali kali saya tanya alamat rumah beliau tidak pernah di jawab.. dan beliau menghilang .... sampai saat ini Yayasan saya sudah memiliki 2 PAUD, 1 TPA .. Alhamdulillah.

 

Baru tahun lalu, saya bisa menghubungi beliau. Saat saya iseng-iseng  buka FB, padahal saya tidak aktif di FB.  Saya lihat beliau baru mndapatkan gelar Prof dan sebagai Guru Besar di UI.. masyaAllah ibu Reni.. sudah menjadi Profesor & guru besar.  saat saya tanya no hp beliau, dijawab dengan  ramah khas bu Reni.. Prof Reni.

 

Selamat Prof ..  Sukses dunia & akhirat.

Jumat, 26 Maret 2021

Temen Program Nakasoneku Jadi Orang TOP

Oleh: Ariady Achmad | Mantan politisi Partai Golkar dan Pemilik Teropong Senayan.com

 


Saya dan Reni Hawadi adalah peserta Program Nakasone Persahabatan Indonesia -Jepang Abad 21 dari Kelompok Youth Leader Angkatan V Tahun 1988.

Ada kenangan yang tidak terlupakan sampai sekarang yaitu saat saya mau pulangin baju teluk belanga yang dipinjamkan Reni untuk acara budaya di Jepang, saya gak tau harus pulangin kemana.Dan ini menjadi topik yang terus diingat Reni tentang saya hehe..

Sepulangnya dari Jepang, masing-masing sibuk dan  sama sekali tidak ada kontak. Jangan bayangkan ada wag seperti sekarang yang membuat kita mudah terhubung dan lancar berkomunikasi.

Setelah sekian lama tidak berjumpa, saya dan Reni ketemu lagi di acara lebaran hari pertama seoran teman politisi. Tahu-tahu sekarang jadi orang top,Profesor pula.

Sebagai Ketua DPP KNPI, saya ditugasin ikut Program Nakasone,sebuah program persahabatan antara pemerintah Jepang dan Indonesia dalam bentuk pengiriman pemuda/i ke Jepang.Program ini adalah bagian usaha pihak Pemerintah Jepang untuk memperbaiki kualitas hubungan akibat peristiwa politik dalam negri ,yaitu peristiwa MALARI 1974.Di Jakarta saat itu terjadi demonstrasi besar anti Jepang menyambut kunjungan PM Tanaka.

Reni Hawadi,memang sejak muda belia menunjukkan kualitas  diri yg relatif menonjol, terutama di kalangan dan dilingkungan delegasi saat itu.

Pertukaran pemuda/i bersumber dari pemuda/i dari seluruh indonesia dan dari berbagai sumber organisasi kepemudaan, Reni mewakili organisasi Karang Taruna.  KNPI, dieranya banyak menghasilkan tokoh berkualitas,tetapi ada  juga yang jeblok masuk bui karena korupsi,kosa kata yg banyak dibenci.

RENI SELAMAT DAN BAHAGIA SELALU. Lintasan sejarah bersama dalam kurun waktu tertentu selalu kita kenang,dan terkadang tersenyum sendiri,ketika sedang duduk merenung. Salam.

 

Hubungan Kami Sudah Seperti Keluarga

Oleh: Kak Seto


Saya mengenal Ibu Prof.Dr.Reni Akbar Hawadi, Psikolog, sudah sejak tahun 1976. Yaitu saat beliau masih menjadi mahasiswa tingkat Persiapan di Fakultas Psikologi UI. Sebagai seorang mahasiswa yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan, beliau juga ikut aktif mengasuh anak-anak di lembaga PAUD “Istana Kanak-kanak” yang saya dirikan di Taman Ria Monas – Jakarta Pusat.

Kak Reni, demikian panggilannya saat itu, saya kenal sebagai mahasiswa yang aktif, cerdas dan kreatif. Ide-idenya senantiasa mengalir saat diajak untuk berdiskusi mengenai berbagai program kegiatan yang menyenangkan bagi   anak-anak usia dini tersebut.

Persahabatan kami terus berlanjut sampai dewasa. Bahkan hubungan kami sudah seperti keluarga layaknya. Saya sering datang dan bertemu dengan anggota keluarganya. Termasuk juga dengan Bang Idjul, suaminya. Beberapa kali  saat merayakan ulang tahun putra-putrinya, saya pun sering diundang untuk menghibur anak2 dengan bernyanyi, mendongeng dan bermain sulap.

Pada saat saya mau menikah, Kak Reni bersama Bang Ijul pun ikut menemani saya saat upacara lamaran. Satu kenangan yang tak mudah saya lupakan kemudian adalah saat Kak Reni membujuk saya untuk bersedia melanjutkan pendidikan saya ke jenjang S-2 dan kemudian lanjut ke jenjang S-3.

"Kamu mungkin sudah banyak dikenal orang, tapi sayang bila hanya berhenti di jenjang S-1 saja. Ayo dong, lanjut terus sampai ke jenjang S-2, bahkan sampai ke S-3...!!" ajaknya memberi semangat.

Akhirnya berkat dorongan dan juga informasi-informasi yang dia berikan, saya berhasil mengikuti program S-2 dan S-3 di Universitas Indonesia.

Karir Kak Reni sendiri terus melesat. Setelah sama-sama berhasil menamatkankan program S-3, tak berapa lama kemudian saya mendengar bahwa Kak Reni sudah berhasil dikukuhkan sebagsi Guru Besar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Sebagai senior dan sekaligus juga pernah sama-sama aktif  berkecimpung di dunia pendidikan anak usia dini (PAUD), saya pun merasa ikut bangga serta sangat bersyukur saat mendengar bahwa dia kemudian berhasil dipercaya menjabat sebagai Direktur Jenderal PAUDNI (Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Non Formal dan Informal) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sungguh sebuah prestasi yang luar biasa...!

Tentu selain berkaitan erat dengan prestasi akademiknya yang cemerlang, juga sangat lekat dengan pengalaman-pengalaman praktisnya saat aktif mengajar di PAUD "Istana Anak-anak" Taman Ria Monas pada jaman mahasiswa dulu itu.

Demikian sekilas kenangan saya bersama Kak Reni, seorang sahabat yang penuh perhatian, senang menolong, dibalik penampilannya yang cerdas, kreatif dan tetap rendah-hati. Kak Reni yang kemudian kita kenal sebagai psikolog handal dengan nama lengkap: Prof. Dr. Reni Akbar Hawadi, MSi, Psikolog.

Maju terus dan sukses selalu, Kak Reni.

*** 

DOSEN SEKALIGUS MENJADI ANAK DIDIK DAN SAHABAT

Oleh:  Dr. Pudji Astuty, S.E.,M.M | Ketua Program Magister Manajemen Universitas Borobudur

Kala tahun 1995 Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Borobudur berdiri, perkuliahan di Pascasarjana ada sosok wanita keibuan, beliau adalah ibu Dr. Reni Akbar -Hawadi.....Ibunda mengajar di konsentrasi Sumber Daya Manusia.....beliau mengajar di pascasarjana pada tahun 1997,  yang biasa beliau mengajar matakuliah  sumber daya manusia dan evaluasi kinerja.

Pada saat beliau mulai mengajar saya masih menjadi mahasiswa dan saya masih mahasiswa di konsentrasi keuangan, saat itu saya masih bekerja di Fakultas Ekonomi. Pada tahun 1997 saya lulus dari Magister Manajemen dan saya dipindah di program Magister Manajemen.

Semenjak saya di Magister Manajemen saya mengenal ibu Reni yang penuh semangat  dan tidak pernah lelah. Beliau aktif di kampus UI dan masih bisa mengajar di Magister Manajemen Universitas Borobudur di Kampus A Jl Raya Kalimalang.

Waktu yang tersedia untuk mengajar setiap hari Jumat, beliau penuh komitmen....mengajarnya disukai oleh mahasiswa-mahasiswa pasca. Beliau smart dan cool berjiwa muda.....mahasiswa diajak bersahabat walaupun beliau setiap mengajar mahasiswa bilang setiap hari ada tugas lapangan dan diskusi namun jika didalam kelas menurut mahasiswa penuh keibuan walaupun disiplin namun banyak memberikan motivasi kepada mahasiswa Magister Manajemen sehingga jika jadwal bunda Reni mahasiswa di kelas penuh sayang sepertinya jika tidak hadir dikelas jika bu Dr.Reni mengajar.

Saya sebagai Ketua Program selalu menjadwalkan bunda Reni agar mahasiswa-mahasiswa saya tetap semangat, saya dengan bunda Reni menganggap kakak yang bisa memberikan semangat........beliau di lantik sebagai Prof ....saya datang dan bunda Prof.Dr.Reni menjadi motivasi saya .....dan memberikan inspirasi supaya bisa seperti bunda Reni. Beliau sibuk di pemerintahan menjadi dirjen, mengajar di UI dan masih bisa meluangkan waktu mengajar di Magister Manajemen di Kampus C di Jalan Pemuda No 7.,  Rawamangun, Jakarta Timur.

Sosok Prof.Dr.Reni  tetap rendah hati tidak memilih untuk berteman dan bijak jika minta pandangan.

Prof. Dr. Renny sosok sederhana , menyenangkan, gaul,smart dan cool......walau sekarang sudah pension masih tetap mengisi waktu dalam memberikan ceramah di bidang phisikologi..............semoga bunda renny tetap sehat panjang umur dan bahagia barokah bersama keluarga usia beliau sangat dimanfaatkan...........saya sebagai anak didik beliau juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga Prof.Dr Renny bisa berkontribusi di Magister Manajemen Borobudur.

Akhir kata ilmu yang diberikan kepada beliau sangat bermanfaat bukan pada seseorang tapi banyak orang sekali lagi sukses untuk bunda Prof.Dr.Renny.

 

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia