Sabtu, 20 Oktober 2018

Dirjen PAUDNI Tinjau TK Pembina Sulsel

Makassar. PAUDNI – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, mengunjungi Taman Kanak Kanak Negeri Pembina Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis(12/12/13).

Kunjungan ke TK pembina tersebut dilakukan Dirjen PAUDNI usai mengikuti peringatan Hari Aksara Internasional di Sulawesi Selatan. Saat kunjungan Prof Lydia didampingi Kepala BP PAUDNI Regional III Dr Muhammad Hasbi, Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Drs Jamal Abdi M.Ed, Kepala BPKB Sulawesi Selatan Drs Ahmad Parumbian MPd, dan Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Makassar Ariyani.

Memasuki TK yang terletak di bekas Kampus Universitas Hasanuddin tersebut, Prof Lydia disambut  lagu Bendera Merah Putih oleh murid TK. Guru besar Fakultas Psikologi UI itu pun ikut bernyanyi.

Siapa mau jadi guru? Tanya Prof Lydia. Nyaris tak ada anak yang unjuk tangan menjawab pertanyaan tersebut. Siapa yang ayahnya polisi? Tanya Prof Lydia lagi. Sejumlah anak-anak pun mengangkat tangannya. Siapa ayahnya tentara? Lanjut Prof Lydia.

Dirjen PAUDNI menyampaikan pesan-pesan moral kepada murid TK tersebut. Anak TK yang mengenakan seragam biru tersebut menyanyikan sejumlah lagu sebagai ungkapan terima kasih atas kunjungan dirjen ke sekolah mereka dilanjutkan foto bersama. Kemudian meninjau ruang belajar.

Dari taman kanak-kanak binaan tersebut, Prof Lydia melakukan kunjungan ke Sanggar Kegiatan Belajar Ujung Pandang. Di SKB tersebut Prof Lydia berdialog dengan para pamong belajar dan meninjau sejumlah ruang belajar.

Sumbar Targetkan Satu Jorong Satu PAUD

Padang. PAUDNI – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) menghadiri undangan Jum’at (30/1). Rombongan disambut secara langsung oleh Bunda PAUD Provinsi Ny. Nevi Iwan Prayitno didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Drs. Syamsulrizal M.M di gedung Auditorium Kantor Gubernur.

Bunda PAUD Sumatera Barat (Sumbar) Nevi Irwan Prayitno dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepada Dirjen PAUDNI Kemendikbud RI yang telah hadir memenuhi undangan dari Forum PAUD Sumbar.

Bunda PAUD Provinsi mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mensosialisasikan tugas dan fungsi Bunda PAUD dalam program “Satu Jorong Satu PAUD. “ Program ini untuk mensinergikan layanan paud dari pusat sampai kedaerah,” tegas Nevi

Provinsi Sumatera Barat saat ini memiliki anak usia dini sebanyak 348.445 orang. “ Saat ini APK PAUD berada pada angka 63 persen. Kelemahannya pengelolaan PAUD saat ini masih dikelola perorangan,” ujarnya.

Kado 100 tahun Indonesia Merdeka
Sementara itu Dirjen PAUDNI dalam sambutannya mengatakan bahwa Program Satu Jorong Satu PAUD adalah untuk mendukung program pemerintah pusat yaitu satu desa satu PAUD.

“Kita harus memberikan Kado 100 tahun Indonesia Merdeka yaitu generasi yang sehat, cerdas dan kompetitif,” tutur Reni sapaan akrab Dirjen PAUDNI. “

Pendidikan Anak Usia Dini (paud) merupakan amanah yang bukan hanya melalui UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanal, tapi juga perjanjian Internasional yaitu Deklarasi Dakkar.

“APK PAUD 2015 harus 75 persen,” tegas Dirjen PAUDNI dengan penuh keyakinan bahwa target tersebut dapat tercapai.

Keyakinan tersebut didasarkan dengan adanya trend pengembangan anak usia dini yang didukung oleh Peraturan Presiden No. 60. Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini – Holistik Integratif.

Turut hadir pada acara tersebut Bunda PAUD Kabupaten/ kota se Sumatera Barat, Bunda PAUD Kecamatan, Pengurus Forum PAUD Sumbar beserta anggota.(Teguh Susanto/HK)

Ditjen PAUDNI Siap Menyongsong AEC 2015

SURABAYA. ASEAN Economic Community (AEC) adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN yang direncanakan akan tercapai pada tahun 2015.
Pada KTT ASEAN ke-13 tahun 2007 di Singapura, pemimpin Negara ASEAN menyepakati bahwa AEC blueprint akan menjadi acuan seluruh Negara anggota dalam mengimplementasikan komitmen AEC.

Salah satu yang merupakan karakteristik utama dalam AEC blueprint adalah ASEAN sebagai pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal yang di dukung dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik, dan aliran modal yang lebih bebas.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam hal ini Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) melalui program penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja siap menyongsong AEC tahun 2015.

“Melalui program penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja, sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkan adalah mereka yang berkompeten dibidangnya dan siap menyambut persaingan pasar bebas 2015” ujar Direktur Jenderal PAUDNI, Prof.Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog dalam paparannya pada acara Diseminasi Surabaya menghadapi AEC 2015 di Gedung Bapekko, hari Kamis (6/2).

Program ini dicanangkan oleh Bapak Presiden pada akhir tahun 2009 yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah lintas kementerian, dan Kemdikbud sebagai koordinatornya. Ditjen PAUDNI sendiri ditunjuk sebagai secretariat di internal Kemdikbud.

Acara ini dihadiri oleh 18 satuan kerja perangkat daerah (SKPD), akademisi, dan perusahaan/organisasi/asosiasi profesi yang ada di kota Surabaya.

Kehadiran Dirjen PAUDNI sebagai pemateri memberikan pencerahan tentang betapa pentingnya dunia pendidikan formal yang di tambah dengan pendidikan nonformal dan informal (kursus dan pelatihan)  dalam menghadapi dunia kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. (Eva Fatmawati/HK)

Beda Metode, Lapangan kerja Kena Imbasnya

Jakarta – Ditjen PAUDNI. Metode pelatihan dan ketrampilan yang beraneka ragam antar kementerian termasuk standar kebutuhan dunia industri, menyebabkan lapangan kerja di Indonesia terkena imbasnya. Hal tersebut disampaikan Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUDNI Kemdikbud Muslich, SH, saat memaparkan materi di acara Lokakarya Pengalaman Internasional dalam Mobilisasi Sumber Daya untuk Peningkatan Ketrampilan di Jakarta (12/3).

Menurut Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan hal tersebut menimbulkan kajian baru, apakah kita membutuhkan suatu badan atau lembaga yang menjadi fasilitator bagi Kementerian terkait kebijakkan pelatihan dan ketrampilan. Pernyataan tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan Dirjen Binalattas Kemenakertrans Ir. Abdul Wahab Bangkona, M.Sc yang juga menyampaikan, setiap Kementerian memiliki metode berbeda termasuk didalam tubuhnya sendiri.

Selain menghadirkan pembicara dari dalam negeri seperti Muslich SH, selaku Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan yang mewakili Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI), Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi Psikolog. Dirjen Binalatas Kemnakertrans Ir. Abdul Wahab,Dr. Rahma Iryanti, Bappenas, Nina Tursina Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Benny Soetrisno dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

Turut pula mengundang pembicara dari luar negeri antara lain, Cristobal Ridao-Cano (Education Economist) Bank Dunia, Ignacio Canales dan Bonny Banks (Chille) via Teleconverse, Sung Joon PAIK (Korea Selatan) dan Bernard Moore (Australia).  Acara Lokakarya ini difasilitasi  empat lembaga yaitu : Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Australian Aid, Bank Dunia, dan Kemeneterian Negara Perencanaan Pembangunan Negara (Bappenas). (M.Husnul Farizi/HK)

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia