Sabtu, 26 Desember 2020

BURGER, BANANA SPLIT dan SUNDAE

Cerita masa tinggal di Wahidin, sampai usia 10 tahun. HI bagi saya dengan dua adik saya Nita dan Siska identik dengan hamburger, banana split, dan chocolate sundae. Di hari Minggu papi mami ajak 3 K ke Java Room menikmati makanan yang tidak dimasak bi Amah.

Masa kecil yang indah terus kebawa sampai sekarang. Namun stlh era fast food berkembang pesat, makan burger tidak perlu lagi khusus ke hotel. Banana splitpun demikian. Dan ini memudahkan, meski soal rasa daging dan ketebalan serta kematangannya berbeda jauh.
Era Java Room lewat, ritual burger terus berlanjut di outlet HR. Banana split pun demikian..sensasi pisang dengan kematangan yang cukup bercampur es krim rasa coklat, strawberry dan vanilla berikut taburan kacang tanah di mulut saya membuat saya selalu terbawa ke masa bersama papi mami menikmati hari Minggu kami.

TIGA K

Masih tentang masa usia sekolah. Salah satu yang saya ingat adalah panggilan kesayangan papi untuk kami bertiga, saya, Nita, dan Siska. Entah kenapa hanya kami bertiga yang dapat sebutan 3K padahal masih ada dua adik perempuan saya yang lain yaitu Wina dan Dian.

3 K adalah Kekasih, Kesayangan, dan Kebanggaan. Saya tidak pernah tahu apa maknanya panggilan ini terhadap masing-masing anak. Saya baru refleksi justru saat menulis ini, mengingat ada kata 3K untuk tiga anak perempuan papi mami ini dalam hidup saya. Ini analisis yang di "klop-klop" in

Begini dari tujuh anak papi mami, yang diajak papi menemani perjalanan dinasnya keliling Eropa dan "dunia" di tahun 1967 (rute KLM dari Eropa mau ke Asia melewati Kutub Utara dan transit di Anchorage, Alaska seolah telah keliling dunia.

Saya juga lah saat masih di kelas 4 SD yang peroleh keistimewaan menggantikan papi belajar berkuda di Djakarta International Saddle Club (DISC) bersama teman Pamennya. Adik saya lainnya tidak belajar berkuda.

Saat papi mami belajar tarekat, saya yang masih berumur 10 tahun pun diajak serta. Dan saya mengikutinya sampai selesai dan peroleh ijasah Doktor Tarekat, yang ijasahnya sempat dibingkai dan dipajang kamar saya di rumah Jalan Trijaya.

Papi sangat beri kepercayaan yang tinggi pada saya, bayangkan di kelas 4 SD saya diperbolehkan belajar menyetir mobil dan kelas 6 SD saya sudah mahir untuk membawa mobil VW di jalan.

Saat berkesan untuk 3 K ini adalah keliling Pulau Jawa. Kami bertigalah yang diajak menyusuri Pantai Utara Jawa, mampir-mampir Pekalongan, Semarang Solo, Yogya, terus sampai Tawangmangu, Sarangan dan Selecta, Malang.Ini kira-kira tahun 1963.

Dan tentunya yang selalu dibawa ke Hotel Indonesia, untuk menikmati banana split dan chocolate sundae di Java Room hanya kami bertiga. Nonton acara sulap di Ramayana Room bersama papi mami cuma 3K ini.

GEGARES

Kata gegares ini sering disebut papi, " Ayoo kita gegares!" Sambil dua tangannya bergerak atas bawah ke mulut, memberi tanda makan.

Well...kegemaran papi salah satunya ajak istri dan anaknya makan enak. Jadi banyak kenangan tempat makan enak saya di masa kecil yang membentuk selera saya (bahkan turun juga ke anak-anak) terhadap pilihan kesukaan makanan. Beberapa antara lain.
Kalo mo ala Barat, saya dan dik adik diajak ke Java Room, HI. Steak, hamburger, banana split, dan chocolate Sundae, kosa katanya.
Kalo pas si papi lagi pengen kerang, abis magrib kami berempat diajak ke daerah Pecenongan. Kami nongkrong di salah satu warung tenda. Papi mengajarkan kami memilih kerang dari tumpukan piring yang berisi kerang. Setelah rebusan kerang berikut sambalnya datang, papi mengajarkan cara mencungkil kerang dan mencocol ke sambalnya" ayoo..aaa...hap..enak ya?"Saya ngangguk, sambil menelan kerang yang disuapin, nyoba mencungkil dan mencocol sendiri.
Nah..kalau papi mo makan besar pas siang-siang, pilihan jatuh ke Chinese food, maka papi seringnya membawa kami ke restoran Paramount dan Trio.
RM Padang yang sering kami kunjungi adalah Roda. Gule otak, tunjang, ayam bakar lamak sadonyo.
Gudeg juga menjadi makanan kegemaran keluarga. Si mami kalau abis pulang belanja dari Pasar Cikini so pasti bawakan oleh-oleh gudeg. Wah..kebayang empuknya paha ayam, kombinasi krecek dan nangkanya hmmm..susah ngegambarin lezatnya gudeg Pasar Cikini. Top!
Untuk gado-gado, mami paling sering ke Jalan Srikaya, di belakang rel Gondangdia. Wah ini hrs berdiri sabar nunggu utk duduk. Tempatnya keciiiil...tapi rameee minta ampun. Kuah kacangnya mana tahaaan.
Makan bakmi yaaa Bakmi Gajah Mada..tempat aslinya sempiit, sll penuuh..kl dpt duduk di basement bisa sambiil lihat dua orang duduk diatas bambu adonan tepung mi.
Ragusa tidak jauh dari Jalan Wahidin, jadi kalo lagi pengen es krim ya kesini. Pilihan saya selalu Banana Split, Nita eskrim Nougat, mami Tutti Frutti dan papi es krim soda.

THE RISING STAR


Akhirnya cita-cita saya untuk ikut Kursus Singkat Angkatan (KSA) atau yang namanya sudah berubah menjadi Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) terwujud di tahun 2017.

Aturannya saya ikut batch tahun 2012, namun ternyata bersamaan waktunya dengan saya dilantik jadi Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan R.I.Jadi gugurlah kepersertaan saya. Nah..rupanya Dewi Fortuna masih bersama saya, atas ijin Allah saya masuk PPSA XXI.

Teman-teman saya jauh lebih muda dibawah saya, mereka yang berasal dari TNI dan POLRI saat itu kebanyakan baru bintang satu. Keikut sertaan dalam LEMHANAS merupakan bagian dari step untuk naik ke jenjang karir berikutnya.

Tiga tahun berlalu, alumni PPSA XXI para teman saya itu adalah para The Rising Star di Republik ini. Tengoklah foto diatas..saya, Lily, dan Lina berfoto bersama siapa?

Yang melakukan wefie adalah Pak Donny saat ini Sekjen Kemhan, yang disisi kanan saya Pak Listyo Sigit, Kepala Bareskrim dan sisi kiri saya Pak Firly yang lagi viral dengan kinerjanya sebagai Ketua KPK RI.

Lainnya bertaburan dalam posisi Panglima lala lili.. Pangdam, Kasdam, Kapolda..dls dls..Mereka The Rising Star..Ikut bangga dengan capaian mereka. Termasuk yang sipil..mereka meraih posisi esselon 1 dan jabatan publik bergengsi di Republik ini. Pada waktunya semua indah. Waktu saya seperti mereka sudah saya lalui...




Komentar

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia