Sabtu, 24 November 2018

Gelar Pameran Kursus dan Pelatihan Tahun 2012

Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan (Ditbinsuslat), Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI) menggelar Pameran Kursus dan Pelatihan tingkat nasional tahun 2012. Pameran yang diselenggarakan di Solo Paragon Mall, Surakarta, Jawa Tengah ini diikuti 60 stand. Mereka  berasal 36 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), 3 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), 5 Pusat Kegiatan  Belajar Masyarakat (PKBM) dan 4 UPT pusat dan daerah.

Pameran kursus dan pelatihan yang berlangsung  sejak 27 -  29 Oktober ini dibuka oleh Dirjen Pendidikan Non Formal dan Infomal,  Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog. Selain itu kegiatan pembukaan acara pameran ini juga dihadiri Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Dr. Wartanto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Nurhadi Amiyanto, sejumlah kepada daerah dan para pejabat di lingkungan Ditjen PAUDNI.

Dalam kesempatan itu Dirjen PAUDNI memberikan penghargaan Widya Bhakti Kursus kepada  para  pengabdi dan tokoh  kursus yang peduli serta berkonstribusi dalam memajukan kursus dan pelatihan. Penghargaan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada mereka yang telah berjasa sehingga kursus dapat bertahan dan diminati masyarakat. Untuk memeriahkan acara, panitia pameran menyiapkan berbagai acara pendukung, seperti demo berbagai keterampilan,  lomba-lomba keterampilan, hiburan dan door prize.

Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Wartanto  dalam sambutannya mengungkapkan pameran kursus dan pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan  sebagai upaya  untuk menyebarluaskan informasi kursus dan pelatihan. Selain itu  pameran ini juga untuk mendorong warga masyarakat agar selalu membekali diri dengan berbagai keterampilan. “Ini adalah sebuah kesempatan bagi lembaga kursus, pusat kegiatan belajar masyarakat dan lainnya untuk unjuk kinerja kepada masyarakat tentang hasil-hasil yang sudah dicapainya,” kata Wartanto.

Selain itu lanjut Wartanto, digelarnya pameran kursus dan pelatihan ini juga sekaligus dalam rangka ikut serta memperingati hari Sumpah Pemuda ke 84.
Harapannya karakter bangsa yang terbentuk sejak didengungkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 lalu dapat semakin memperkokoh jatidiri bangsa melalui kegiaan pameran ini. 

Sedangkan dipilihnya kota Surakarta sebagai tempat diselenggarakan event ini menurut Wartanto karena Surakarta  merupakan kota seni dan budaya yang memiliki keunikan dan karakteristik yang menarik baik dalam lingkup regional maupun internasional. Selain itu  Surakarta juga telah menjadi kota pertama di Indonesia yang mendapatkan sebutan Solo Kota Vokasi dan Jawa Tengah Provinsi Vokasi.

Adapun tema yang diusung dalam pameran ini yakni "Kursus Membangun Karakter dan Daya Saing Bangsa". Dipilihnya tema ini merupakan sebuah penyadaran bahwa metode pembelajaran pendidikan nonformal, khususnya kursus, telah memberi kontribusi nyata dalam membangun dan membentuk karakter dan daya saing bangsa
Indonesia.

Karakteristik  kursus, lanjut Wartanto, sangat fleksibel. Metode dan waktu belajar, serta content kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri semakin mempertegas bahwa kursus telah membentuk peserta didik yang berkarakter terampil, kreatif, dan mandiri. Karakter-karakter positif inilah yang kami harapkan sehingga pada akhirnya akan menumbuhkan daya saing SDM bangsa di tengah kompetisi Internasional,”kata Wartanto.

Sementara Dirjen PAUDNI dalam sambutannya menyambut gembira diselenggarakannya kegiatan Pameran Kursus dan Pelatihan ini. Sebab dengan adanya kegiatan ini akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi dunia kursus dan pelatihan dan masyarakat pada umumnya.

Lebih lanjut Lydia mengungkapkan tuntutan masyarakat mengikuti pendidikan kursus dan pelatihan adalah memperoleh keterampilan dan kemampuan yang dapat dijadikan bekal untuk kehidupan yang lebih baik. Karena itu lembaga kursus dan pelatihan dapat menjadi penggerak sekaligus mitra pemerintah untuk menyelenggarakan berbagai kursus keterampilan yang mampu memberikan jaminan bagi lulusannya untuk bekerja dan atau menjadi wirausaha sehingga dapat hidup
mandiri.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Nurhadi Amiyanto dalam sambutannya juga mengungkapkan bidang pendidikan nonformal khususnya di wilayah Jawa Tengah menghadapi empat  tantangan serius yang harus segara ditangani secara tuntas. Keempat tantangan tersebut adalah banyaknya anak usia dini yakni 0-6 tahun yang belum mendapatkan pembelajaran secara tepat, banyaknya usia produktif yang berstatus pengangguran, warga berusia 45 tahun yang masih belum mendapatkan pendidikan formal serta beban keluarga akibat desakan ekonomi. Dengan empat tantangan yang dihadapi tersebut,  lanjut Nurhadi, pihaknya terus menggalakkan berbagai program untuk dijalankan dalam bidang pendidikan nonformal. Dia juga menjanjikan bahwa program-program yang digelontorkan Dinas Pendidikan bersifat merata tanpa memandang status, jenis kelamin, pekerjaan atau faktor lainnya

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia