Selasa, 03 Juli 2018

Pengelola Rumah Pintar Akan Mendapat Pelatihan

Jakarta --- Pengelola Rumah Pintar (Rumpin) di tahun 2013 ini akan mendapatkan pelatihan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat. Pelatihan tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi, agar mereka lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola Rumah Pintar. Hal tersebut dikemukakan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUDNI) Lydia Freyani Hawadi, di Jakarta beberapa hari yang lalu. "Kegiatan di Rumah Pintar diharapkan berkesinambungan, jangan sampai saat diresmikan bagus, tetapi lama kelamaan sepi," ujarnya.

Oleh karena itu, Dirjen PAUDNI meminta agar Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat mengalokasikan anggaran untuk melatih para pengelola rumah pintar, termasuk dengan tutornya. Pengelola rumah pintar berasal dari organisasi mitra Ditjen PAUDNI, antara lain Dharma Wanita, Persit Kartika Chandra Kirana, PKK, dan organisasi lainnya. Hingga akhir 2012, pemerintah telah membangun 295 rumah pintar yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Rumah Pintar berawal dari pemikiran Ibu Negara Ani Yudhoyono untuk turut berperan dalam menyejahterakan bangsa. Bersama Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), wanita yang juga merupakan Bunda PAUD nasional tersebut menggagas program Indonesia Pintar, yang salah satunya adalah Rumpin. Rumpin sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dapat mewadahi berbagai kegiatan dimulai dari pendidikan anak usia dini, remaja, kaum perempuan juga kelompok lanjut usia. Diharapkan melalui rumah pintar terbangun masyarakat cerdas, inovatif, kreatif, mandiri yang sejahtera. Rumah Pintar memiliki minimal lima buah sentra kegiatan, yakni sentra buku, sentra bermain, sentra komputer, sentra panggung, sentra kriya. Dirjen PAUDNI berharap agar program Rumah Pintar ini dapat bersinergi dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. (NW, sumber: paudni.kemdikbud.go.id)

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia