Senin, 16 Oktober 2017

PAUD, Primadona Program Ditjen PAUDNI

JAKARTA. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah primadona program Direktorat Jenderal
 Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) dan juga salah satu program prioritas
 Kemdikbud. Dibutuhkan peran berbagai mitra, termasuk Kowani untuk menyukseskan PAUD.
JAKARTA. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah primadona program Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) dan juga salah satu program prioritas Kemdikbud. Dibutuhkan peran berbagai mitra, termasuk Kowani untuk menyukseskan PAUD.
Hal itu dikatakan Direktur Jenderal PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, saat bertatap muka dengan pengurus Korps Wanita Indonesia (Kowani) di Jakarta, Rabu (13/3).
Untuk itu, karena pemerintah memiliki obligasi untuk mencapai 75 persen angka partisipasi kasar (APK) PAUD pada tahun 2015, Guru Besar Universitas Indonesia itu berharap Kowani ikut berpartisipasi.
“Kami kemari dalam rangka memaparkan menu-menu program dan bantuan sosial yang mungkin bisa diakses Kowani,” kata Dirjen PAUDNI yang didampingi Kasubdit Kemitraan Direktorat PAUD Mansur, Kasubdit Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Ngasmawi, dan Kasubdit Kemitraan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Yusuf Muhidin.
Saat ini, tambah Reni Hawadi-Akbar, panggilan akrab Lydia, masih ada 30 juta anak dari 30.124 desa yang belum mendapatkan akses pendidikan, padahal, tahun 2011 lalu PAUD sempat booming karena ada Paudisasi masal.
“Kalau dilihat secara jumlah, provinsi yang ada di peringkat paling rendah adalah Papua, sementara Jatim dan DIY berada di peringkat atas. Masih dibutuhkan banyak dukungan untuk menyukseskan program PAUD,” kata Reni.
Upaya Ditjen PAUDNI untuk mengenalkan dan mengajak peran serta organisasi juga dilakukan kepada Dharma Wanita. Organisasi ini didorong untuk membentuk Tempat Penitipan Anak (TPA) di setiap kementerian dan lembaga karena selama ini baru ada 18 TPA.
“Kami mendorong agar semua kementerian dan lembaga agar memiliki TPA. Silahkan jenis-jenis bantuan sosial diakses tapi juga harus sesuai ketentuan yang ada yaitu melalui proposal dan sifatnya pun kompetitif” ujarnya.
Selain Dharma Wanita dan Korpri, Dirjen PAUDNI telah berkunjung ke organisasi internasional seperti World Bank, Unesco, Unicef, dan ILO. Hal ini dilakukan agar Program Ditjen PAUDNI diketahui oleh masyarakat luas dan bisa diakses.
Sejalan
Sementara itu, Ketua Umum Kowani Dewi Motik Pramono menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Dirjen PAUDNI. Menurut dia, organisasi wanita pertama di Indonesia ini juga memiliki program pendidikan anak usia dini. “Kowani siap mengoptimalkan kerja sama dengan Ditjen PAUDNI,” katanya.
Dewi Motik menjelaskan, Kowani memiliki “akar rumput” yang solid dan sudah memiliki 33 cabang di seluruh provinsi dengan 30 juta anggota. “Kowani juga berkomitmen untuk memajukan bangsa melalui pendidikan, dan apalagi setelah Kemdikbud mencanangkan Program PAUD,  upaya ini sejalan dengan Kowani,” ujarnya. (Sugito/HK)

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia