Kamis, 19 Juli 2018

Pentingnya PAUD Untuk Anak Prasekolah

Jakarta – Pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi yan baik dan mencukupi melalui edukasi gizi sejak dini perlu dilakukan tidak hanya di rumah namun juga di lembaga pendidikan termasuk Pendidikan Usia Dini (PAUD). Karena di tempat ini anak-anak mendapatkan pengalaman, sosialisasi serta pengajaran pada masa terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka.

“Esensi dari pendidikan anak usia prasekolah, dalam hal ini PAUD, adalah pemberian rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak dan dilaksanakan melalui pendekatan bermain sambil belajar. Penanaman kejujuran, disiplin, cinta sesama, cinta tanah air dan semua nilai yang positif lain termasuk pengetahuan mendasar mengenai gizi perlu pembiasaan dan harus dilakukan secara terus menerus,” ujar Prof Dr Lydia Freyani Hawadi (Reni), Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) pada acara Nutritalk yang dipersembahkan oleh Sarihusada di Restoran Kembang Goela, Jakarta, Selasa (21/5).

Namun, menurut Reni masih ditemukan beberapa kendala di lapangan yang menghambat anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dini.

“Di daerah-daerah masih banyak orangtua yang belum mengetahui bagaimana menstimulasi anak. Untuk mengatasi hal itu, kita juga mengadakan parenting education dengan mengadakan seminar dan kelas keterampilan,” tambahnya.

“Harapan dari parenting education ini adalah saat anak-anak pulang dari sekolahnya mereka tetap bisa mendapatkan pengajaran yang bermanfaat dari dalam rumah," imbuhnya lagi.

Gizi merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian Direktorat Jendral PAUDNI karena untuk tumbuh kembang anak usia dini, segala kebutuhan esensi anak harus terpenuhi, yakni gizi, kesehatan, pendidikan, perawatan, pengasuhan, kesejahteraan dan perlindungan.

“Untuk mengatasi permasalahan gizi yang terjadi pada anak-anak Indonesia, kita sangat mendukung program pemerintah yang disebut PAUD Holistik Integratif. PAUD ini adalah PAUD yang mencakup pendidikan dan layanan terhadap pemenuhan seluruh kebutuhan dasar anak, termasuk kesehatan dan gizi mereka,” jelas Reni.

Maka, saat ini PAUD-PAUD tidak hanya bisa ditemukan di beberapa tempat beribadah, tetapi juga Posyandu untuk memaksimalkan layanan kesehatan.
Namun, Reni juga menambahkan bahwa masih ada beberapa kendala yang dihadapi PAUD di Indonesia, yang di antaranya SDM pengajar yang belum semuanya berkompeten dan juga perbedaan kebutuhan dana di setiap daerah.
“Yang kita harapkan tenaga pengajar untuk setingkat playgroup adalah lulusan SMA, sedangkan untuk tingkat TK adalah lulusan S1. Namun, yang terjadi banyak tenaga pengajar yang masih lulusan SMP,” ujarnya.

Dengan begitu, Reni menyarankan agar untuk para orangtua yang ingin memasukkan anaknya ke PAUD harus benar-benar teliti sebelum mengambil keputusan.

“Yang perlu diperhatikan pertama-tama adalah pilih PAUD yang dekat dengan rumah. Agar anak tidak terlalu lelah bila lokasi sekolahnya jauh dari rumah. Kemudian pastikan tenaga kerjanya berkompeten, setelah itu baru lihat kurikulumnya,” sarannya.

http://www.beritasatu.com/pendidikan/115061-pentingnya-paud-untuk-anak-prasekolah.html

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia