Selasa, 17 Agustus 2021

Syahwat

Syahwat berasal dari bahasa Arab, yang artinya keinginan untuk mendapatkan yang nikmat; berahi.

Kata syahwat di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah nafsu atau keinginan bersetubuh.
Imam al-Harits bin Asaf al-Muhasibi dalam kitabnya yang terkenal al-Ri'ayah li-Huquq Allah, menyampaikan sebuah hadist:
_" Neraka dikelilingi oleh syahwat."_
*HR. Muslim no.2822 dari Anas bi Malik.*
Dari hadist ini sangat jelas bahwa hal-hal yang bisa menjerumuskan manusia ke neraka identik dengan keinginan nafsu (Syahwat), sedangkan amalan-amalan yang bisa memasukan manusia ke surga, tidak disukai oleh nafsu.
Pengertian syahwat dalam tulisan juga sama dengan hawa nafsu yang merujuk pada terminologi kata hawa, diantaranya adalah kecenderungan jiwa terhadap segala sesuatu yang disukai; keinginan jiwa terhadap sesuatu yang dicintai; kecintaan manusia terhadap sesuatu sehingga mengalahkan hatinya.
Berdasarkan pengertian diatas, Allah SWT memperingati kita agar jangan sampai terpedaya pada segala sesuatu yang kita sukai. Firman Allah:
_"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik."_
*QS. Ali'Imran (3):14*
Manusia cenderung ingin menikmati dunia secara berlebihan, sesuai firman Allah:
_"dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan"_
*QS.Al-Adiyat (100):8.*
Dalam firmanNya yang lain, Allah SWT mengingatkan bahwa hawa nafsu cenderung membawa manusia kepada kejahatan.
_"Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Pengampun, Maha Penyayang."_
*QS. Yusuf (12):53.*
Hawa nafsu juga akan membawa kepada kesesatan sebagaimana firman Allah,
_"...janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah."_
*QS. Shad (38):26*
Dan sebaik-baiknya Allah SWT berfirman:
_"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu."_
*QS. Al-Fajr(89):27_30*
Syahwat atau hawa nafsu harus dikendalikan. Berikut doa yang diajarkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk menahan hawa nafsu:
_"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang jelek."_
*HR Tirmidzi, no.3591. Al-Gafuzh Abu Thahir*
Semoga ayat-ayat Al Qur'an dan Hadist menjadi penguat diri kita untuk terus berjalan ke arah sesuai petunjukNya agar memperoleh keselamatan dunia akherat.
Selamat menjalankan Sunnah Dhuha. Salam sehat.
5 Zulhijah 1442H/15.07.2021.
lfh/LFH.
Youtube prof reni akbar hawadi
_Diadaptasi dan disadur secara bebas dari berbagai sumber_

Ma'ruf


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan al-Ma'ruf adalah satu nama yang mencakup dicintai oleh Allah, berupa iman dan amal shalih.

Al-Ma'ruf adalah segala bentuk ketaatan kepada Allah.
Al-Ma'ruf meliputi segala hal yang dianggap baik, diperintah melakukannya, dipuji dan orang yang melakukannya dipuji pula.
Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah mengatakan :
_"Ketahuilah bahwa amar ma'ruf nahi munkar adalah poros yang paling agung dalam agama.Ia merupakan tugas penting yang karenanya Allah mengutus para Nabi"._
Menyuruh melakukan perbuatan baik (makruf) dan melarang melakukan perbuatan jahat (mungkar) merupakan prinsip dasar agama yang harus dilakukan oleh manusia.
Allah SWT berfirman:
_" Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."_
*QS. Ali' Imran (3):104.*
Pentingnya ber _amar makruf nahi munkar_ ini diuraikan lebih lanjut dalam hadist sebagai berikut:
_"Hendaklah kamu beramar makruf (menyuruh berbuat baik) dan benahi mungkar melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat diantara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdoa dan tidak dikabulkan (doa mereka)"_
*HR.Abu Dzar.*
Secara jelas kita mengetahui konsekuensi yang akan kita terima jika mengabaikan perintah Allah SWT menyerukan untuk perbuatan baik dan melarang perbuatan jahat, doa kita bisa tidak dikabulkanNya.
Hadist selanjutnya memberikan kita pemahaman tentang cara untuk melaksanakan perintah tersebut:
_"Siapa yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman."_
*HR.Muslim.*
Dari penjelasan diatas mengingkari kemungkaran dengan hati adalah wajib bagi setiap Muslim dalam semua kondisi, sedang mengingkarinya dengan tangan dan lidah sesuai dengan kemampuan.
Sebagaimana dalam hadist Abu Bakar as Shiddiq Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
_"Tidaklah suatu kaum yang dikerjakan ditengah-tengah mereka berbagai kemaksiatan yang mampu mereka mencegahnya namun tidak mereka cegah, melainkan Allah pasti akan menurunkan hukuman kepada mereka semua."_
Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam juga bersabda:
_"Ingatlah, janganlah sekali-kali rasa segan kepada manusia menghalangi seseorang untuk mengatakan kebenaran jika ia mengetahuinya."_
Demikianlah...Semoga ayat-ayat Al Qur'an dan Hadist menjadi penguat diri kita untuk terus berjalan ke arah sesuai petunjukNya agar memperoleh keselamatan dunia akherat.
Selamat menjalankan Sunnah Dhuha. Salam sehat.
4 Zulhijah 1442H/14.07.2021.
lfh/LFH.
Youtube prof reni akbar hawadi
_Diadaptasi dan disadur secara bebas dari berbagai sumber_.

Alam Barzakh

Era Covid-19 dan internet membuat informasi tentang kematian sangat intens sampai di telinga kita.

Hal ini memunculkan kembali satu kosa kata dari ustadz saya dalam pengajian masa kecil. Barzakh!
Barzakh adalah istilah untuk tempat atau keadaan orang setelah mati sampai dia dibangkitkan pada hari Kiamat.
Barzakh merupakan alam gaib, dimana setelah mati ruh manusia akan memasuki satu alam kehidupan yang akan didiaminya sampai hari dibangkitkan kembali oleh Allah. Simaklah firman Allah:
"Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan."
*QS. Al-Mu'minun (23):100.*
Ada yang menyebut Alam Barzakh dengan kata lain yaitu Alam Kubur.
" Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit."
*QS. Ar-Rum (30):56.*
Apa sajakah yang terjadi atau dialami "kita" sesampainya di Alam Barzah? Alam Barzah ini merupakan tempat screening pertama untuk kita masuk menuju Alam Akhirat.
Disinilah -Barzakh- mulai terlihat ada pembedaan antara manusia satu dan lainnya. Manusia yang beriman dan beramal saleh akan diberi nikmat. Sebaliknya jika ia manusia yang kafir atau berlumur dosa, maka akan mendapatkan azab kubur.
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akherat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."
*QS. Ibrahim (14):27.*
Firman Allah sebagai berikut:
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit. Dan Kami akanmengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta"
*QS. Taha (20):124.*
Gambaran kehidupan kita setelah hari kebangkitan akan diperlihatkan. Di alam barzakh alias alam kubur, membuat seseorang akan terpesona menatap ganjaran amalannya selama di dunia. Dan sebaliknya bagi yang amala dunianya jelek, maka tidak kuasa membayangkan siksa neraka yang amat perih.
" Sesungguhnya alam kubur adalah tempat akhirat pertama. Apabila seseorang selamat darinya, maka setelahnya akan lebih mudah bagi dia. Namun apabila ia tidak selamat darinya (alam kubur), maka setelahnya akan lebih sulit bagi dia. Nabi berkata lagi: aku tidak melihat suatu pemandangan yang mengerikan melainkan pemandangan di alam kubur."
*H.R.Ustman bin Affan RA yang dinukilkan Imam At-Tirmidzi.*
Agar kita selamat dari siksa kubur, ayo menunaikan berbagai amalan pahala yang diajarkan Rasulullah sebagaimana yang disebut dalam Al-Qur'an dan Hadist.
Rasululah bersabda:
" Berlindunglah diri kepada Allah dari azab neraka. Berlindunglah diri kepada Allah dari azab kubur. Berlindung dirilah kepada Allah dari fitnah-fitnah yang tampak dan yang tersembunyi. Berlindunglah diri kepada Allah dari fitnahnya Dajjal."
*HR.Muslim*
Berikut wasiat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam doa agar selamat dari siksa kubur:
"Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari azab kubur, azab neraka, cobaan hidup dan mati, dan fitnah Dajjal yang terhapus dari rahmat Allah."
Semoga ayat-ayat Al Qur'an dan Hadist menjadi penguat diri kita untuk terus berjalan ke arah sesuai petunjukNya agar memperoleh keselamatan dunia akherat.
Selamat menjalankan Sunnah Dhuha. Salam sehat.
3 Zulhijah 1442H/13.07.2021.
lfh/LFH.
Youtube prof reni akbar hawadi
_Diadaptasi dan disadur secara bebas dari berbagai sumber_.

Hikmah

Dalam KBBI kata hikmah berarti kebijaksanaan (dari Allah), bisa juga berarti makna yang dalam.

Jika kita mengacu hikmah pada arti 'makna yang dalam' maka hikmah merupakan hasil dari suatu renungan. Hasil dari nalar kita dalam menghubung-hubungkan satu kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Hikmah dalam kitab tafsir didefinisikan dengan makna Al-Qur'an. Dalam beberapa hadist tentang apa Ŕasulullah kepada Abdullah bin Anas:
_" Semoga Allah mengajarkan hikmah kepadanya dan paham dalam Agama"_
Firman Allah SWT:
_Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran._
Demikianlah kita bisa memetik pelajaran langsung dari Al-Qur'an dan Hadist. Namun bisa juga memperoleh pelajaran dari kata-kata yang ditulis dari orang yang telah memperoleh hikmah, yang menjadi kata-kata mutiara.
Beberapa diantaranya saya kutipkan dibawah ini baik yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur'an maupun kutipan kata (quotes) sebagai mutiara hikmah.
_" Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."_
*QS. Al Insyirah (94):5-6.*
_"Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu."_
*Quotes : Ali bin Abi Thalib.*
_"Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."_
*QS. At-Taubah (9):40.*
_" Jangan berduka, apapun yang hilang akan kembali dalam wujud lain"._
*Quotes. Jalaludin Rumi.*
_"Jangan bersedih. Sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran."_
*HR.Ahmad.*
_"Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."_
*QS. Al-Baqarah (2):216.*
_"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."_
*QS. Ar Rad (13):11.*
_"Barangsiapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia."_
*QS. Asy-Syura (42):43.*
_" Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."_
*QS.Al-Baqarah (2) :286.*
Semoga ayat-ayat Al Qur'an dan Hadist menjadi penguat diri kita untuk terus berjalan ke arah sesuai petunjukNya agar memperoleh keselamatan dunia akherat.
Selamat menjalankan Sunnah Dhuha. Salam sehat.
2 Zulhijah 1442H/12.07.2021.
lfh/LFH.
Youtube prof reni akbar hawadi
_Diadaptasi dan disadur secara bebas dari berbagai sumber_.

Hidayah

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa manusia membutuhkan hidayah atau petunjuk agar selalu berada diatas jalan keselamatan.

Sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk mengucapkan :
" Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
*QS. Al-Fatihah (1):6-7.*
Ayat diatas memperlihatkan bahwa sebenarnya manusia sebagai hamba Allah sangat membutuhkan petunjuk, bimbingan dari Sang Khalik, PenciptaNya.
Petunjuk Allah yang kita peroleh agar kita menjadi orang yang beruntung dan tidak merugi. Allah telah mengingatkan petunjuk Allah pada jalan yang lurus merupakan suatu nikmat karena manusia dijauhkan dari kesesatan. Firman Allah SWT:
"Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah,maka dialah yang mendapat petunjuk; barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi."
*QS. Al-A'raf (7):178.*
Dalam ayat lain, AllahTa'ala kembali berfirman memerintakan manusia untuk ikuti petunjukNya:
"Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkanNya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya"
*QS. Al-Kahf (18) :17.*
Pentingnya manusia mengikuti Petunjuk Allah Ta'ala agar tidak sesat dan memperoleh pertolongan ditegaskan lagi dalam firmanNya:
"Jika engkau (Muhammad) sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkanNya, dan mereka tidak mempunyai penolong."
*QS. An-Nahl (16):37.*
Dan hanya Allah jua yang akan memberi hidayah atau petunjuk pada orang yang dikehendakiNya.
" Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberikan petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
*QS. Al-Qasas (28):56.*
Saya kutipkan penutup artikel singkat ini dengan mengambil penggalan doa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa sallam yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang bisa menguatkan diri kita masing-masing untuk ikhtiar memberikan petunjuk pada orang lain agar tidak sesat. Namun akhirnya semua upaya dan ketetapan kembali pada Allah Ta'ala kepada siapa yang dikehendaki sesuai FirmanNya.
"Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki."
*QS. Fatir (35):8*
" Ya Allah, hiasilah kami dengan perhiasan Iman, dan jadikanlah kami orang yang memberikan hidayah dan terus diberi hidayah, tidak sesat dan tidak pula menyesatkan"
*HR. Tirmidzi*
Semoga ayat-ayat Al Qur'an dan Hadist diatas menjadi penguat diri kita untuk terus berjalan ke arah sesuai petunjukNya agar memperoleh keselamatan dunia akherat.
Salam sehat.
1 Zulhijah 1442H/11.07.2021.
lfh/LFH.
Youtube prof reni akbar hawadi
_Diadaptasi dan disadur secara bebas dari berbagai sumber_.

Bakhil

Orang yang bakhil atau kikir adalah orang yang menahan atau tidak memberikan sesuatu yang semestinya wajib diberikan kepada orang lain yang pantas menerima.

Perilaku bakhil dianggap bentuk kemaksiatan hati yang akan merusak kehidupan manusia.
:Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karuniaNya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat".
*QS.Ali Imran (3): 180*
"Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan (pahala) yang
terbaik
, maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan). Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa."
*QS. Al-Lail (92):8-11.*
Dalam surat yang lain Allah SWT berfirman:
"Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah."Lalu diantara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya, dan kamulah yang membutuhkan(karunia-Nya)."
*QS. Muhammad (47):38.*
Allah mencela orang-orang yang tidak mau menginfakkan hartanya di jalan yang telah diperintahkan Allah. Merekapun tidak mengeluarkan hak Allah yang terdapat dalam harta mereka, bahkan menyuruh orang lain berbuat bakhil.
Firman Allah :"Orang bakhil adalah orang yang mengingkari nikmat Allah.Nikmat Allah itu tidak tampak dalam pakaian, makanan, atau pemberiannya.
Dalam suatu hadist dinyatakan:
"sesungguhnya jika Allah menganugerahkan suatu nikmat kepada hambaNya maka Dia suka jika kenikmatan itu tampak berdampak pada dirinya."
Orang yang memiliki sifat bakhil tidak hanya akan jauh dari manusia melainkan ia juga akan jauh dari surga.
:Hati-hatilah kamu terhadap sifat bakhil, karena bakhil telah merusak orang-orang sebelum kalian. Mereka memutuskan silaturahim, berbuat bakhil dan berbuat maksiat, semuanya disebabkan oleh penyakit bakhil ini".
*H.R. Imam Ahmad*.
.
"Orang yang bakhil jauh dari Allah; jauh dari surga dan jauh dari manusia."
*H.R. Turmudzi*
:Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang bakhil dan orang yang suka mengharap-harapkan pemberian orang lain.
*H.R.Turmudzi*
"Orang dermawan dekat dengan Allah, surga, manusia, dan jauh dari neraka.Orang yang kikir jauh dari Allah, surga, manusia dan dekat dengan neraka. Orang dermawan yang bodoh lebih dicintai Allah daripada orang ahli ibadah yang kikir"
*H.R. Tirmidzi dan Abu Hurairah*.
Semoga ayat-ayat Al Qur'an dan Hadist diatas menjadi pembelajaran bagi diri kita untuk terus menjaga akhlak baik dan jauh dari perilaku tercela, bakhil.
Salam sehat.
29 Zulkaidah 1442H/10.07.2021.
lfh/LFH.
Youtube prof reni akbar hawadi
_Diadaptasi dan disadur secara bebas dari berbagai sumber_.

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia