Rabu, 03 Juli 2019

MUSIM-MUSIM'AN

Biasanya istilah musim kita kaitkan dengan kondisi suhu dan cuaca yang mempengaruhi lingkungan bumi tempat kita tinggal secara keseluruhan. Kita kenal musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi. 

Namun kita jg bisa menggunakan istilah musim utk buah-buahan. Pada saat musim buah naga, yg banyak dijual di pasar adalah buah naga. Dan harganya bs murah, namun spt bbp bulan terakhir ini buah naga menjadi mahal karena tidak lagi musimnya. Konsumen pun menyesuaikan, lg dg musim buah yg lain misal duku, mk yg dibeli duku. Dst dst... Nah..istilah musim yg lain sy gunakan utk "mood" sy beraktivitas dlm minat. Bagi sy yg "mau"nya banyak..pasti ada kendala waktu utk melakukannya semua. Ditambah sifat "boredom" sy yg parah. Jd diri sy hrs selalu menyesuaikan dg mood yg ada.


Namanya jg aktivitas waktu luang jd dilakukan 'just for fun', utk kesenangan semata. Semua sy lakukan scr amatir..krn mmg bukan utk jd seorang pro.Intinya hrs ada energi yg sy keluarkan dlm aktivitas yg memberi sy satisfaction.

Mood sy melakukan sesuatu berubah krn ada faktor pemicu. Biasanya pemicu berganti musim beraktivitas waktu luang bs beragam. Dari faktor eksternal yaitu biasanya latah, sy lihat teman melakukan aktivitas tsb. Ada model yg sukses jd ingin jg.."ikut-ikut"an. Bisa jg krn jadwal mengajar yg membuat bubar jalan aktivitas wkt luang. Utk alasan internal, tiba2 sj muncul 'panic attack'.. kesadaran hrs jd bener, disiplin, ajeg utk spy sehat di usia lansia..haddoh pokoknya hrs sehaaaat.. So, sjk Januari 2019 sy switch dr yoga ke zwemmen. Faktor utama krn tiba-tiba ada jadwal mengajar yg pas banget dgn jadwal beryoga sy d FIB. Kmd ditambah krn ipar sy lg getol renang shg dia tampak lbh bugar. Musim yoga sy pun berganti dgn musim renang. Sy nampangin dg foto diatas, walau diprotes suami utk d upload..tp kan cuma tampak lengan doangan..masa siiih.. Msh ada energi berlebih...
 

Pas ditraktir maksi di Mang Engking.."lhoo ada fasilitas driving range d UI nih.." Akhirnya muncul kenangan berstick ria saat belajar d Pulo Mas.. Musim yoga lewat... diganti dgn musim renang dan golf.

DOSEN MUDA

Inilah debut sy pertama di dunia internasional. Dalam foto ini sy bersama keempat guru saya. Prof Singgih dan istrinya Bu Yulia Singgih, Prof Ediasri, dan Prof Hera mengapit Prof Jan Dewitt, psikolog bekend dr Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda. Ada satu lagi guru sy yg tdk ada dlm foto ini yaitu Dra. Pamugari. Kami menghadiri The Second Asean Workshop on Child and Adolescence Development (AWCAD) di Bangkok. Saat itu saya baru saja lulus enam bulan sebagai Sarjana Psikologi dengan gelar Dra. Dan belum lama penempatan jd dosen tetap di Bagian Psikologi Perkembangan.
Sy tahu konsekuensi logis jd dosen hrs lah menghadiri banyak konferensi dlm bidang yang ditekuni. So sy sll alert dan exited thd info ttg konferensi, lokakarya, seminar dls yg hrs sy penuhi utk isi kum Bidang 2 dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Penelitian.


Pengumuman konferensi selalu di tempel di papan komunikasi bagian. Jd setiap kali ada urusan dgn sekretariat, mau tidak mau mata tertumbuk dgn brosur yg di tempel di soft board tersebut.

Sebagai fresh graduate yg belum ada penghasilan, impossible lah mau pergi..Begitu juga minta dgn mami yg sdh jd single parent dengan tujuh anak yg semua msh hrs dibiayainya.


Tiba-tiba sj ahaaa..pikiran sy terang..sy mencoba peruntungan dengan bersurat ke Presiden R.I Soeharto selaku Ketua Umum Yayasan Super Semar, yang berkantor d Bina Graha. Dalam surat sy sampaikan maksud dan tujuan saya bersurat dan harapan berikut lampiran foto copy brosur.

Sy antar sendiri "by hand" ke Bina Graha saat hari menjelang jam 11 pagi. Sy diterima oleh Bapak B dengan ramah. Beliau minta sy scr singkat menceritakan isi surat yg sy beri. Setelah mendengar dan ada tanya jawab sedikit, Pak B bilang akan telpon sy bbp hari kedepan utk hasilnya. 

Alhamdulillah, sy memperoleh bantuan utk tiket pesawat pp dan biaya registrasi.


Sy urus semua sendiri dan sengaja berangkat dgn hari jadwal keberangkatan yg bbd dgn para senior saya. 

Keberangkatan ke Bangkok ini jg menjadi yg pertama kali bagi sy pribadi ke luar negeri, stlh tahun 1967 melanglang buana bersama papi. 


AWCAD pembuka jalan utk sy melihat dunia lebih luas, khususnya bidang ilmu psikologi perkembangan.

MAGISTER PSIKOLOGI

Foto bareng bersama guru yang saya hormati Prof.Dr. Yaumil Achir, usai wisuda Magister Psikologi@Psikologi UI, Depok. 1989.
Saat diwisuda sy sudah memiliki tiga orang anak. Dalam foto, yg digendong ayahnya anak kedua kami yaitu Chica, berusia 5 tahun. Saat ini Chica sudah memberikan kami cucu laki-laki dua orang. 


Chica lulusan ITB yang tertarik terjun ke sosial humaniora. Jadilah ia melanjutkan S2 nya di UI dalam jurusan Marketing Komunikasi. Pengalamannya mendampingi suaminya selama lima tahun di AS membuat Chica memiliki waktu mengisi hari-harinya selain mengasuh anak menjadi volunteer d komunitas tempat tinggalnya.

Sepulangnya ke Indonesia menjadi modal utk mengembangkan dirinya lbh luas.

Pengaruh aybunnya yg psikolog ternyata menetes ke Chica. Kegiatan yg ia lakukan seolah melanjutkan mimpi saya yg belum terwujud sepenuhnya.
Dan fotonya bsm kami dan "Mbak Ade" di selasar Fakultas Psikologi UI membawanya kembali dtg d satu semester utk menjadi dosen tamu yg membagi ceritanya terjun dlm dunia literasi anak, sbg bagian program pengayaan dlm kecerdasan intelektual. 

Doa bun menyertai kamu selalu anak ku. Untuk guruku "Mbak Ade" telah kutunaikan amanah saat kau berbaring lemah d tempat tidur dengan suara pelan seperti berbisik..."selesaikan Doktor mu ya Ren dan raih Guru Besarmu". Terima kasih uni sayang..guru cantik ku.. Al Fatehah..Semoga telah tenang dan masuk dlm jannahNya yg tertinggi.

GURU BESAR PSIKOLOGI


Saya bersama teman sejawat Bidang Studi Psikologi Pendidikan Fakultas Psikologi UI, Rabu 1 Juli 2009 di Balai Sidang UI, Kampus UI Depok usai acara pengukuhan Guru Besar UI.

Alhamdulillah setelah pengukuhan sy, bertambah lagi satu GB yi Prof. Dr. Frieda Mangunsong. Dan berharap dlm empat tahun kedepan bertambah tiga orang GB dari delapan Doktor yang ada dibawah ini.

Bidang Studi Psikologi terbanyak memiliki Doktor, saya sebut... Dr. Tjut Rifameutia, Dr. Rosemini, Dr. Lucy Royanto, Dr. Wahyu Indianti, Dr. Linda Primana, Dr. Puji Lestari Prianto, Farida Kurniawati, Ph.D. dan Dr. Eva S. Barliana.

Insya Allah segera menyusul..dlm foto berada dibawah yaitu Wuri yg kini sedang berjuang keras d UQ, Fanny dan Airin yg baru sj memulai perjuangan program S3nya d UI.


Keluarga Bidang Studi Psikologi Pendidikan semakin bertambah, jd tdk ada dlm foto diatas yaitu Elok dan Shahnaz.

Elok dlm wkt dekat akan menimba ilmu utk program Doktornya. Sedangkan Shahnaz dlm wkt dua tahun hrs sdh kuliah S3 sesuai ketentuan baru UI bagi dosen baru.

AWAL SUKA MALALA

Saya di Arc de Triomphe, Paris. 1967 saat berusia 10 tahun. Bisa jd ini titik awal dari saya suka malala alias jalan-jalan.
Sebenarnya mami yg diajak menemani perjalanan dinas papi ke Eropa namun tidak mungkin tega utk meninggalkam tujuh anaknya yg bererot seperti anak tangga. Jadilah sy ketiban rezki.. Papi jalan keempat negara yaitu Swiss (Zurich), UK (London), France (Paris), dan Netherland (Amsterdam, Denhaag). Kami berangkat dan pulang dengan pesawat KLM. Saat pulang ke Jakarta via kutub utara, mampir di Anchorage, Alaska. KLM memberi semacam sertifikat keterangan telah keliling dunia utk setiap penumpang. Sy ingat sekali sertifikat digulung dan dimasukan dlm tabung karton.


Kota pertama yg kami singgahi adalah Zurich. Disini papi dijemput Mr Bach berbadan besar dan gemuk. Sore hari sy diajak ke toko utk beli coat. Sy diajak serta meninjau pabrik sepatu B.Hal yg menyenangkan pulangnya sy memperoleh dua pasang sepatu. Di Zurich sy ingat betul melancong ke Rheinfall.

Di London, saya tdk ikut meninjau pabrik. Papi drop sy di rmh Athan. Disana dua anaknya ajak sy main kartu remi, 41 dan cangkulan. Usai dinas papi ajak lihat Buckingham Palace,Tate Museum,Big Ben,Downing Street 10, Tower of London, Trafalgar Square, Hyde Park,Harolds, dan London Zoo. Oia sy jg ingat dibawa ke salon yg membuat dandanan rambut sy spt Doris Day.

Dari London kami ke Paris. Sy suka Paris. Hotel kami terletak di Rue de La Paix, tdk jauh dr Opera House Paris dan pertokoan. Saat itu summer, jd jam 21 masih terang, dan sy buktikan pd Papi sy msh semangat utk jalan. Sy suka hewan dan Papi sll ajak ke Zoo. Paris Zoological Park favourite saya. Sy terkesan dg 'Big Rock'nya, pertama kali inilah sy melihat semua binatang buas tdk dlm kurungan. Hal yg sgt berkesan dr Paris saat kami mengunjungi oom Max Makagiansar d UNESCO. Istri beliau yg biasa sy panggil Tante As msh jalan sepupu dg mami. Prof. Dr. Max Makagiansar kita kenal luas kemudian sbg salah satu orang Indonesia yg menduduki posisi tinggi di UNESCO Paris.
Amsterdam dan Den Haag memberi banyak kesan yg mendalam. Inget sekali makan rijstafel di resto Indonesia sayang lupa namanya..Utk pertama kali sy ke Scheveningen, Madurodam, dan berfoto pakaian khas Belanda d Volendam serta melihat kincir di Zaanse Schaans. de Bijnkorf surga cuci mata sy, disana sy borong benang DMC warna warni utk jahit kruistik. Hal yg sangat berkesan saat papi menengok sepupu mami, dr.Rizal Sini yg sedang menempuh super spesialis obsgyn. Papi rajin silaturahim, ia jg membawa sy ke Alkmaar utk berjumpa dgn tante siapa sy lupa namanya yg sdh menikah dg orang Belanda.

Prajabatan, Nakasone, KORPRI, dan Program Akselerasi

Foto 'genk' Korpri saya, Prof.Dr.Ir.Indra Djati Sidi, Prof.Dr. Sudarsono Hardjosoekarto, dan Dr. Bambang Setiadi saat makan pagi di Grand Hyatt Hotel. 29/08/2018.


Babak 1
Tahun 1982, saya kenal dengan Darsono sebagai sesama peserta Prajabatan. Saya dar i Fakultas Psilogi  UI dan Darsono, alumnus IPB yang kemudian  menjadi dosen d FISIP UI. Kami selal u duduk berdekatan sehingga jadi sohib. Lulus Prajab kita masing-masing sibuk dan tak ada kabar berita. Sampai satu saat kita jumpa tidak sengaja. Darsono bilang , "Saya Minggu depan akan kuliah S2 di Jepang.. Ren bla bla..," Saya ajak suami saya berkenalan sebelum Darsono berangkat ke Jepang. Ia masih tinggal di rumah mertuanya di Kelapa Gading. 


Babak 2
Tahun 1988, saya ke Jepang sebagai salah satu peserta Program Nakasone unsur Youth Leaders. Say a baru saja tiba d Hotel Metropolitan, Tokyo. Dan saat saya mau mandi telpon berdering. Di ujung sana, "Moshi..moshi...welcome to Tokyo Reni San...apa kabar?" Alih-alih jawab "kabar baik, saya jawab duh ini siapa sih..koq tahu saya di sini..," Terus digoda, "tahu dong..kamu kan orang Top" wadduh..makin penasaran..sambil ingat-ingat suara siapa..karena saya tak nyebut nama dia, maka  Darsono bilang,"Saya Sudarsono.. Belum sempat ia lanjutin langsung say a teriak, "Ya Allaaaah Daaar..lo canggih amat siih.. tau-taunya guww ada di sini..gimana ceritanya nih"? Lantas dia cerita," Saya di Tokyo lagi S3, dan sekarang jadi Ketua PPI Jepang. Saya memiliki info tentang giat pemuda Indonesia yang ke Jepang. Saya baca ada nama kamu.. saya mau jahilin bikin surprise" hahaha..sukses ya ngerjain orang lo..Bla bla akhirnya Darsono menawari saya dkk Program Nakasone untuk ketemu dengan teman-teman PPI di Sekolah Indonesia Tokyo.


Babak 3
Tahun 1997 suami saya ikut Diklat SPAMEN LAN. Dia tinggal di asrama dan kembali ke rumah hanya akhir pekan saja. Satu waktu Idjul telpon saya bilang,"Kapusdiklatnya masih muda kayaknya seumuran kita...gayanya sengak..kepalanya dongak ke atas serius...disiplin dan pinter."  "Siapa namanya yah?"..waa siapa ya... kalau tak salah....ini ni Su dar sono" "Haaah..jangan-jangan temen guwe tuh..coba cek alumni Jepang nggak dia?" Masa ngga inget yah"..itu lho temen guwe Prajab" Hmm ya juga..kalai inget houdingnya....sekarang dia gemukan jadi pangling juga". " Coba jij telp saja ke sini cek dengan sekretarisnya" Akhirnya saya telpon..dan dr Lola memang betul Ka Pusdiklat LAN itu sahabat saya Dr. Ir. Sudarsono. Sejak itu silaturahim nyambung lagi dan saya dibebaskan ikut Ladies Program SPAMEN..karena memang lagi hamil anak ketujuh..."rajin amat siih..tujuh? Wah hebaat..salute.. ok gpp gak ikut ke Bogor khusus Bu Doktor" komentar Darsono di telpon.


Babak 4
Sabtu sore di tahun 1999 usai menghadiri resepsi anaknya Prof. Singgih D. Gunarsa d Ballroom Grand Melia Hotel saya dan suami menuju Gran Via Cafe d lt.2 bergabung dengan adik saya dan suaminya yang baru datang dari Hongkong. Saat mendekati escalator suami saya melihat sosok yang dikenalnya saat d SPAMEN sedang bergegas ke atas yaitu Pak Makhdum. Idjul lantas menegur dengan suara keras agar terdengar " Pak Makhduuuum apa kabaaar..." Pak Makhdum seperti buru-buru sambil telunjuk tangan kanannya keatas...bos bos katanya" ...suami saya mahfum dengan isyarat tersebut  lantas bilang " Salam untuk Bapak... tapi bilang dari Dr. Reni Akbar-Hawadi. Karena Pak Darsono lebih kenal dengan istri saya."


Babak 5
Siapa sangka setelah titip salam ke Pak Makhdum untuk Pak Darsono, bossnya.. nasib saya jadi berubah...Dua hari kemudian yakni Senin sore tiba-tiba telpon genggam saya berdering.. " Sudarsono di sini...setelah basa basi tanya kabar saya...lantas serius menanyakan saya apakah masih ada waktu untuk organisasi lantas saya ketawa sambil tanya organisasi apaan siih Dar..dia jawab KORPRI. " Haah Korpriiiii??? nggak  salah lo ngajak guwe..itu bukannya untuk pejabat aja ya.. kan guwe cuma level kampus aja Dar.." Eh..saya juga belum pernah di Korpri..yang penting kamu mau dulu..tapi jgn GR dulu ya..kalau kamu yang dipilih baru nanti Kamis sore dilantik sekalian. Sekarang segera kirim CV ke no fax ini. Selanjutnya sekretaris saya Lola yang akan urus ya Ren. Terima kasih banyak kesediaan kamu.

Babak 6
Hari Kamis pagi Lola telpon saya minta datang sore nanti di Hotel Indonesia dengan seragam Korpri. Di ruang tersebut saya tidak kenal satupun kecuali Darsono. Semua berseragam Korpri dan mayoritas laki-laki. Perempuan cuma tiga orang. Akhirnya sampailah di acara pembacaan susunan pengurus DPP Korpri Periode 1999-2004. Saat pembacaan Wakil Ketua II membidangi Departemen OKK, Litbang dan Pemberdayaan Perempuan Dr.Ir. Indra Jati Sidi..saya kaget luar biasa. Ya Allah..selama ini saya cari Dirjen Dikdasmen untuk urus legalitas program akselerasi tahu-tahu ketemu disini. Dan saya sebagai anak buahnya, Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan DPP Korpri.


Babak 7
Satu hari di bulan Desember 1997 ada rapat kecil di SMA Labschool Rawamangun Jakarta dipimpin Wakil Kepala Sekolah. Bu Ullya menyampaikan keinginan Yayasan ada program pembinaan untuk anak-anak berbakat dalam bentuk lain karena yang selama ini berjalan (Labschool salah satu Sekolah Rintisan Anak Berbakat) tidak ada civil effectnya. Saya menyebutkan ada dalam bentuk percepatan. Saya punya buku dewanya "Acceleration" karya Southern and Jones yang saya bawa dr AS saat studi literatur di Purdue University. Singkat cerita saya diminta untuk menyiapkan segala sesuatu dari sisi Psikologi. So SMA Labschol jelang TA 1998/1999 membuka pelatihan guru tentang persiapan kelas akselerasi. Saya juga membawa gagasan aksel ini ke SMP dan SMA Al Azhar Syifa Budi yang sama-sama secara historis telah memberi layanan untuk anak berbakat. Pihak yayasan menyadari bahwa belum punya "restu" pemerintah. Jadi Pak Arief pendekatan ke Ka Kanwil DKI Jakarta dan say a bersama Ketua Yayasan Al Azhar Syifa Budi ke Ka Kanwil Jabar. Kedua Ka Kanwil mensupport tapi menyebutkan kewenangan ada di tangan Dirjen Dikdasmen Kemendikbud.


Babak 8
Persoalan legalitas program akselerasi yang belum jelas menjadi satu kecemasan sekolah. Saya juga merasa bertanggung jawab dan langsung puter otak...siapa yang bisa membantu. Suami saya yang selalu jad i teman diskusi saya mengingatkan "itu Jimly kan pernah jadi Staf Ahli Mendikbud. Hubungi saja dia"  Saat saya kontak Jimly sudah berkantor di Kantor Wapres. Betul...bismillah..saya bersurat ke Dr. DJimly Ashiddiqi (lupa y a sdh Prof belum di tahun 1998) dan alhamdulillah direspons cepat. Ia memberi surat yang ditujukan ke Dr.Ir. Indra Djati Sidi.


Babak 9
Detik-detik saya menanti jawaban surat Pak Jimly ke Pak Indra tentang nasib Program Aksekerasi yang dikirim by fax tahu-tahu saya dilantik jadi bawahan Pak Indra di DPP Korpri. Subhanallah..rahmat Allah..Melalui Korpri jalan terbentang luas untuk legalitas program akselerasi. Tahun 2000 Program Akselerasi dicanangkan Mendikbud secara resmi sebagai program nasional layanan pendidikan anak berbakat intelektual. Saya bangga bisa ikut membidani lahirnya Program Percepatan Belajar di Indonesia.

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia