Sejak Nita masih aktif bekerja
di Bank Indonesia sudah "ojog-ojog"in saya untuk datang melihat Museum
BI. Dia tahu saya suka ke museum, salah satu hal yang diwariskan mendiang papi
pada anak-anaknya. Anak-anak saya pun juga demikian mereka bilang " bagus
sekali lho bun..pasti bun suka".
Tanpa terasa sudah 10 tahun
berlalu, dan baru tadi saya dan Idjul menginjak Museum BI. Tidak salah kalau
Museum BI dapat award The Best Museum di DKI Jakarta dan direkomendasi sebagai
salah satu destinasi turisme. Dan survei yang dilakukan National Geographic
Traveler tahun 2011 memberi penghargaan The Best Museum dalam katagori
sejarah/arkeologi.
Ke museum memang cocoknya secara
pribadi bukan dengan rombongan karena memang tempo setiap orang menikmati
fasilitas yang ada tidak sama.
Secara keseluruhan Museum yang
diresmikan Presiden RI Dr.Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Juli 2009 sangat
memuaskan. Mereka yang menekuni numismatik pasti sangat menyukai Numismatic
Room. Sedangkan saya menyukai berada di Monetary Gold Room dan menikmati
History Roomnya..
Tidak kebayang kalau gedung ini
awalnya gereja dan rumah sakit..Alhamdulillah telah mengisi hari dengan belajar
sejarah.
17/11/2019
Saat kecil kalau diajak liburan
ke Bandung dan melewati Istana Cipanas, yang berjarak lebih kurang 103 KM dari Jakarta hampir pasti papi mami bilang ke
saya dan dik adik "tuu tuh lihat Istana Presiden. Bagus yaaa...Ini tempat
peristirahatan Presiden atau Wakil Presiden RI beserta keluarganya"
Saat itu tahun 1960an...ortu saya
bisa jadi nggak tahu atau memang mungkin belum ada kebijakan pemerintah bahwa
rakyat bisa masuk menikmati keindahan tempat tetirah Presiden atau Wakil
Presiden.
Jadi setelah tahunan ngga
keitung bolak balik melewati Istana Cipanas sambil ngebatin, kayak apa siih
didalamnya ya..kapan bisa kesini untuk menikmati areal kompleks istana seluas
26 ha dengan taman tanaman dari 1334 spesimen, 171 spesies, 132 marga dan 61
suku yg dibangun sejak tahun 1742 oleh Gubernur Jenderal Belanda Gustaaf
William Baron Van Imhoff.
Alhamdulillah..akhirnya ada
kesempatan ikut rombongan plesier tempo doeloe.
Cerita dibawah ini tidak ada
kaitan dengan Istana Cipanas..tapi lebih pada saya excited karena ketemu dengan
kenalan lama yang baru ketemu lagi..dan nemu kenalan baru yang tidak
diduga-duga seperti sudah pernah kenal.
So perjalanan dari Jakarta -
Cipanas PP dengan bus. Diawal saya sudah
kebayang kudu adu cepat ngetap tempat duduk. Sambil otw ke Mepo (meeting point)
tiba-tiba ada WA dari sohib SMA yang nulis gini" Ren..mau ke Istana
Cipanas ya" ..lhooo koq tahu Jus.." Gue membaca listnya. Ooh...ya
ampun..bisa pas gitu..kalau gitu please tolong gue sekalian ya tap'in bangku di
dua baris dari depan ya Jus untuk gue dan Idjul" Sesimple itu..kalau Allah
berkehendak..akhirnya via Jussy, kami dibantu Linda duduk di baris kedua.
Alhamdulillah jadi asik..nuhun pisan Juuus...
Rupanya selain Linda sahabat
Jussy di FISIP 76, juga ada dari Edwin dan istrinya dr Wiwi yang sudah 20 tahun
tidak jumpa.Pas mo registrasi ulang..dr Edwin negur Idjul.."adiknya Ida
Akbar yaaa" akhirnya jadi ngobrol banyak...sambung menyambung.
Saat maksi ngobrol punya
ngobrol dengan yang semeja tahunya dia anak FEB'78...sama adik saya
dong...siapa? Pas disebut eeh tapi Dian koq nggak percaya hahaha.. apalagi pas
saya bilang kalau Idjul suami saya abangnya Ai Akbar...lhooo masa siih jadi
Nita dan Ai iparan ? Oalaaaa... dunia sedaon kelor...
Dan belakangan di penghujung
tur nambah kenalan lagi. Ini gegara Tanny teman saya di wag Budders yang ikut juga
di wag Sanur Painters melihat foto yang sama saya posting di wag Budders 75.
Jadilah dia bilang " jij sama Ari bla bla.." duuh siapa Ari..gue cari
ya... akhirnya saya mencari Ari dan dua temannya yang juga Sanurian dalam rombongan
tur ini. Junior jauuuuuh...
Senangnya ikut romb bisa ada
kejutan-kejutan kecil..Fresh!
Alhamdulillah dengan datang ke
Cipanas, semua Istana Kepresidenan RI sudah saya kunjungi baik di Jakarta,
Bogor, Bukittinggi dan Bali.
Toko Merah ini salah satu
landmark era kolonial yang ada d Jakarta, diklaim sebagai bangunan tertua karena
sudah ada sejak tahun 1730.
Bangunan yang awalnya
diperuntukan sebagai kediaman Gubernur Jenderal Hindia Belanda Gustaaf Willem
Baron Van Imhoff, telah beberapa kali berubah fungsi.
Salah satunya pernah menjadi
Akademi Angkatan Laut Belanda (karenanya disebut AAL tertua d Asia). Kemudian
tahun 1851 saat berubah kepemilikan ke orang Cina, Kapitain Batavia Oey Liauw
Kong gedung ini dicat merah seluruhnya. Pada tahun 1920 gedung ini berfungsi sebagai
Bank sampai dengan tahun 1940. Akhirnya menjadi kantor dagang pengusaha Belanda
yang bernama Jacobson Van Den Berg. Pada saat nasionalisasi perusahaan Belanda,
Toko Merah jadi milik pemerintah.
***