Rabu, 07 Juli 2021

Doa yang mustajab (4)


Doa orang tua kepada anaknya

Hadist yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi menyatakan, "Ridha Allah bersama ridha orang tua. Dan murka-Nya bersama ridha orang tua".

Orang yang sedang berpuasa

Berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Abu Hurairah. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam  bersabda

"orang yang berpuasa itu tidak ditolak doanya"

Riwayat lain menyebutkan, "Tiga doa yang tidak ditolak, (salah satunya) orang yang berpuasa hingga berbuka."

Musafir atau orang yang sedang menempuh perjalanan jauh

"Tiga doa yang mustajab, tak diragukan lagi di dalam ketiganya, (salah satunya) yakni doa orang musafir.

Orang yang sedang mengalami kesulitan.

"Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepadaNya"

QS. An-Naml (27):62.

Anak yang shaleh dan berbakti kepada orang tuanya

"Ketika anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya".

Informasi  ini dikuatkan oleh riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah yaitu:

"Sesungguhnya ada seorang hamba yang diangkat derajatnya di surga".

Hamba itu bertanya, "Karena apa yang aku peroleh" ini? Jawabnya, "Itu berkat istigfar anakmu untukmu."

Orang yang tidur dalam keadaan suci dan berdzikir mengingat Allah

Hadist riwayat Ahmad dari Mu'adz ibn Jabal menyebutkan:

" Tidaklah seorang Muslim tidur dalam keadaan berdzikir dan suci, kemudian terbangun  di waktu malam dan memohon kebaikan dunia dan akhirat, kecuali Allah mengabulkan permintaannya".

Selamat menunaikan sholat sunnah Dhuha. Salam sehat.

8 Zulkaidah 1442H/19.06.2021.

 

lfh/LFH.

www.lydiafreyanihawadi.com

Youtube prof reni akbar hawadi

Doa yang mustajab (3)


Sebuah pengharapan digantungkan manusia agar doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan.

Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang tidak hanya memberikan lima waktu yang terbaik untuk berdoa yaitu sholat fardhu.

Namun juga di waktu-waktu  tertentu dimana doa kita dikabulkan, diijabah  oleh Allah SWT yaitu:

Malam Lailatul Qadar

"Aku bertanya kepada Rasulullah : Wahai Rasulullah, menurutmu apa  yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar?" Beliau bersabda:

"Berdoalah" Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku"

HR.Tirmidzi, Ibnu Majah.

Hujan turun

"Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun"

HR.Al-Hakim, 2534, dishahikan Al-Albani di Shahih Al-Jami, 3078.

Orang yang memperbanyak Berdoa pada saat lapang dan bahagia

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah Shalllallahu'alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang"

Dihasankan oleh Al-Albani no.2693.

Orang yang Teraniaya

"Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah untuk mengabulkan."

Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38)

Doa orangtua terhadap anaknya, doa orang yang sedang berpuasa dan doa seorang musafir.

"Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan; doa orang yang teraniaya;doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya".

Dihasankan Al-Albani dalam silsilah Shahihah

Selamat menunaikan sholat sunnah Dhuha. Salam sehat.

7 Zulkaidah 1442H/18.06.2021.

 

lfh/LFH.

www.lydiafreyanihawadi.com

Youtube prof reni akbar hawadi

Doa yang mustajab (2)




Doa merupakan ibadah termulia dan menempati kedudukan paling tinggi.

"Doa adalah ibadah"

HR.Tirmidzy.Hadist ini dinilai sahih oleh Tirmidzy.

"Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah dibandingkan doa"

HR.Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu. Ibn Hibban menilai hadist ini sahih.

Doa adalah tanda ketawakalan kita pada Allah. Tanda bahwa kita membutuhkanNya.

Doa merupakan ekspresi ketidak berdayaan manusia sebagai hamba Allah.

Doa sekaligus bermakna pujian kita  pada Allah seraya berharap Allah  yang Maha Pengasih Maha Penyayang mengabulkan pinta kita.

"Dan Tuhanmu berfirman,"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu."

QS.Al-Mu'min (40):60.

Berikut ini saya lanjutkan tulisan saya tentang  kapan saat doa-doa yang kita panjatkan akan  dikabulkan Allah.

Doa mustajab antara lain berada saat sholat wajib lima waktu. Selain saat adzan berkumandang dan waktu diantara adzan dan iqamah, waktu-waktu doa mustajab  sesuai sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu:

Ketika sedang sujud dalam shalat

" Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu"

HR.Muslim, no.482.

Ketika sebelum salam pada shalat wajib

"Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda "Diakhir malam dan diakhir shalat wajib"

HR.Tirmidzi, no.3499.

Selain saat waktu sholat lima waktu, doa yang mustajab disebutkan:

Di hari Jumat

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda " Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta"

HR.Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu'anhu.

Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar

"Nabi Shalallahu'alaihi Wa sallam berdoa di Masjid Al Fath 3x, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabulah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir: ' Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa, dan saya mendapati dikabulkannya doa saya"

"Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara shalat Dzuhur dan Ashar"

HR.Ahmad, no.14603 disahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185.

Selamat menunaikan sholat sunnah Dhuha. Salam sehat.

6 Zulkaidah 1442H/17.06.2021.

lfh/LFH.

www.lydiafreyanihawadi.com

Youtube prof reni akbar hawadi

Doa yang mustajab (1)


Selama manusia tidak lepas dari masalah  maka sepanjang itu pula manusia membutuhkan solusi agar keluar dari persoalan.

Doa lah solusinya.Doa sarana komunikasi manusia dengan Sang Khalik Allah SWT untuk meminta pertolongan.

Berdoalah..mintalah terus..berilah petunjuk..beri kemudahan...berilah kelancaran ..tolong kabulkan yaa Allah..

Kita harus yakin tidak ada doa yang sia-sia. Doa sepanjang kita butuhkan pasti dijawab hanya masalahnya soal waktu. Kapan doa dikabulkan? Tidak satupun kita mengetahuinya.  Ada doa yang seketika dikabulkan dan ada yang lama. Ini hak Allah.

Kita manusia sebagai hambaNya hanya terus berusaha, berdoa dan bersabar sampai doa dikabulkan.

Hal yang perlu kita lakukan juga adalah introspeksi, mengapa doa kita belum dikabulkan seraya terus meningkatkan kualitas doa kita, sholat kita dan mengenali kapan waktu-waktu mustajab suatu doa dikabulkan.

Saat adzan berkumandang adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Untuk itu stop semua aktivitas kita saat adzan masuk! Jawablah adzan dengan lafadzh yang sama.

Demikian pula diantara adzan dan iqamah adalah waktu yang dianjurkan untuk berdoa.

Rasulullah Shallallahu'alaihi aa sallam bersabda:

" Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kemungkian tertolaknya yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang"

HR. Abu Daud, 2540.

" Doa diantara adzan dan iqamah tidak tertolak"

HR. Tirmidzi 212

Doa menunjukan  manusia butuh Allah. Manusia bukan siapa-siapa, manusia hamba Allah. Allah tempat kita meminta. Tiada ada tempat meminta yang lebih baik selain kepada Allah SWT.

Selamat menunaikan sholat sunnah Dhuha. Salam sehat.

5 Zulkaidah 1442H/16.06.2021.

lfh/LFH.

www.lydiafreyanihawadi.com

Youtube prof reni akbar hawadi

Halalan Thayyiban


Kata halal dan thayyib (baik) merupakan dua kata yang selalu dirangkaikan satu dengan lainnya, merujuk pada masalah yang terkait dengan aktivitas makanan manusia.

Dua kata ini, mutlak harus terpenuhi dalam perilaku seorang muslim yang memasukkan sesuatu ke dalam tubuhnya . Halal berkait erat dengan standar syariat yang melegalisasinya. Adapun thayyib berkenaan dengan standar kelayakan, kebersihan, dan efek fungsional bagi manusia.

"...makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."

QS. An-Nahl (16):114.

Urusan makanan dan agama ini diibaratkan Imam Al-Ghazali sebagai pondasi sebuah bangunan. Beliau mengutip hadist yang diriwayatkan Ibnu Murdawaih" perbaikilah makananmu, niscaya Allah akan mengabulkan doa'mu".

Allah memberikan sabdanya di awal Al Qur'an sebagai berikut:

"Wahai manusia!Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu"

QS. Al-Baqarah (2):168.

Dengan makanan yang halal dan baik menunjukan ketaatan seseorang pada Allah SWT.

"Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.".

QS. Al-Maidah (5):88.

"Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

QS. Al-Anfal (8):69

Selamat menunaikan sholat sunnah Dhuha. Salam sehat.

4 Zulkaidah 1442H/15.06.2021.

lfh/LFH.

www.lydiafreyanihawadi.com

Youtube prof reni akbar hawadi

Jalan yang lurus bukan yang sesat


Hidup merupakan perjalanan menuju Allah Yang Menciptakan Manusia. Agar perjalanannya selamat, ada kaidah, tuntunan yang harus dipatuhi. Dalam surat Al-Fatihah disebutkan,

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat

QS.Al-Fatihah: 6-7.

Makna bacaan di atas mengutip Ibnu Katsir  dari perkataan Imam Abu Ja'far bin Jarir bahwa para ulama sepakat menyatakan jalan yang lurus secara letterlijk adalah jalan yang tidak bengkok.

Kemudian pakar tafsir menjelaskan kata tidak bengkok adalah sebagai ungkapan bahwa mengikuti jalan nabi, mengikuti Islam, mengikuti Al'Quran.

Jalan lurus yang kita ikuti adalah jalan yang  diberi nikmat  oleh Allah, sesuai firmanNya :

" Dan barang siapa  yang mentaati Allah dan Rasul (Nya) , mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi-nabi, shaddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih."

QS.An-Nissa :69

Jalan yang lurus (bukan jalan yang bengkok alias sesat) adalah jalan bagi orang-orang yang ingin selamat menghadap Allah.

" ...kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."

QS. Asy-Syu'ara' (26): 89.

Allah SWT memberikan akal,  kemampuan berpikir pada manusia yang berfungsi menuntunnya untuk berperilaku pada kebaikan dan kebenaran.

Allah SWT memberikan petunjuk  atas hal-hal baik dan benar sesuai yang digariskanNya.

"Dan inilah jalan Tuhanmu;(jalan) yang lurus."

QS. Al-An'am (6):126.

Dan manusia diingatkan jangan mencari jalan yang menyusahkannya ataupun memilih jalan yang sesat.

"..jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya".

QS.An-Nisa' (4): 34

"Dan pasti Kami tunjuk mereka kepada jalan lurus."

QS.An-Nisa' (4):68.

Rasulullah Shallallahu'Alaihi wa Sallam membuat sebuah garis lurus bagi kami,lalu bersabda: "Ini adalah jalan Allah, kemudian beliau membuat garis lain pada sisi  kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda"Ini adalah jalan -jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yamg mengajak kepada jalan itu"

Mereka yang buta hatinya di dunia, disebutkan dalam firman Allah SWT akan lebih tersesat yaitu:

"Dan barangsiapa  buta (hatinya) didunia ini, maka di akherat  dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan  (yang benar)".

QS.Al-Isra (17): 72.

Selamat menunaikan sholat sunnah Dhuha. Salam sehat.

3 Zulkaidah 1442H/14.06.2021.

lfh/LFH.

Copyright © Ren Lydia Freyani Hawadi | Guru Besar Universitas Indonesia